Rabu, 24 Juli 2013

Chapter 51 - LoLieST

NEW DESIGN OF STUDY ROOM

Ujian tengah sudah di depan mata, tinggal 6 hari lagi. kini mereka memasuki masa persiapan. Siswi-siswi St. Theresa mau tidak mau harus belajar lebih giat. Semua harus berjuang lebih keras agar mendapat nilai yang bagus. Karena jika tidak, mereka harus mengikuti remedial dan itu tandanya mereka harus menunda liburan mereka selama 1 minggu. Kalau sampai itu terjadi, mimpi buruk bukan?
Minggu ini harusnya menjadi minggu yang sulit dan berat mengingat ujian yang tinggal 6 hari lagi. namun ujian itu tidak menjadi soal bagi Tasya Cs. Masih ada-ada aja tingkah kocak mereka yang bikin Matron agak kerepotan.
Seperti hari ini, anak-anak tingkat 2 berniat untuk berkumpul di ruang duduk, membicarakan strategi ujian dan untuk belajar bersama. Namun, saat pintu ruang duduk di buka, anak-anak dibuat terkejut..
Di setiap sisi ruangan di penuhi dengan hiasan-hiasan, balon-balon, kertas warna, meja dan kursipun di hias begitu. Ruang duduk yang seharusnya menjadi tempat yang tenang untuk belajar, sekarang berubah  dan lebih terlihat seperti lokasi birthday party anak usia 5 tahun.
Meriah sekali hiasannya, colourful, semua memenuhi ruangan, ditambah lagi dengan adanya pinata yang tergantung di tengah ruangan itu..
Belum hilang rasa kaget tadi, sekarang kami lebih tercengang melihat sebuah banner yang terpampang di dinding depan. Bertuliskan ‘Selamat Menempuh Ujian Tengah Semester Anak-Anak Tingkat 2. Semangat!! =D’
“Siapa yang buat semua ini? Bukankah ini tempat yang seharusnya untuk belajar, kenapa bisa jadi gini?” tanya Matron yang saat itu sedang bersama-sama kami.
Semua siswi tingkat 2 diam, karena memang diantara mereka tak ada yang tau siapa yang berbuat demikian. Menyulap tempat belajar ini.
“Harusnya kan kalian menjadi contoh yang baik untuk adik kelas kalian, bukan malah sebaliknya. Dan kurasa sekarang kalian lah yang perlu mencontoh anak-anak tingkat 1. Mereka tenang dan serius belajar di minggu persiapan ini. Ingat waktu kalian hanya tersisa 1 minggu lagi. kalian tak bisa terus bersenang-senang seperti ini” sambungnya
“Tapi, bukankah dalam menghadapi ujian tak harus selalu serius, bu? Bukankah belajar..belajar dan terus belajar tanpa adanya istirahat bisa buat stress ya bu?” kata Valencia yang baru datang bersama Maureen dan 3 Queen dibelakangnya.
“Dan lagi, kurasa belajar itu tak selamanya harus duduk manis dengan pandangan terfokus ke arah buku. Ilmu itu bisa di dapat dimana saja, kapan saja dan dengan cara apa saja, Bukan begitu?” sambung Maureen
“Kuakui perkataan kalian berdua ada benarnya. Namun, apa menurut kalian terus bersenang-senang tanpa pernah serius itu juga cara yang benar? Apa yang akan kalian dapatkan dengan ketidak seriusan itu? Apa materi pelajaran bisa masuk ke kepala kalian?”
“Dan Maureen, ya memang belajar itu banyak caranya, namun kau fikir ilmu apa yang akan kalian dapat dengan mengadakan pesta begini? Adakah?”
“Kami tak mengadakan pesta, agar lebih menarik, meriah..” sangkal Queenie “Dan engga ngebosenin tentunya”
“Ya..ya.. apapun lah itu. Terserah kalianlah. Saya pusing melihat tingkah kalian yang macam-macam”
“Yeahh!!”
“Eitt, tapi ingat setelah ini kalian harus membereskan semuanya dan mengatur ruang duduk ini seperti semula”
“Siap bu, akan kami laksanakan. Tapi sebelumnya, berjanjilah untuk tidak melaporkan ini ke bu Theodora, Ok?”
“Ya, saya janji. Nah sekarang selamat belajar!! Satu lagi, tolong jangan berisik. Saya tak mau tingkah kalian ini menganggu anak-anak tingkat 1 yang lagi konsentrasi belajar. Kalau terdengar keributan, saya tak kan segan untuk melaporkan ini kepada bu Theodora dan memberi kalian ‘Sanksi’!!”
“Sip bu, tenang saja, ibu tak kan mendengar apapun, percayalah..”
“Benar begitu?”
“Iya, kami serius. Adakah ibu lihat kebohongan di wajah anak-anak polos seperti kami? ;;)”
“Hah, Maureen. Ya akan kupegang janjimu.”katanya seraya pergi meninggalkan kami dan menuju ruang duduk anak-anak tingkat 1
“Oh, bukankah ide kita mengubah tempat ini bagus, Valencia?”
“Ya, Maureen. Memang ide bagus, 3 Queen juga membantu. Ohh, It’s looks perfect. Yah, walaupun tadi harus ada sedikit perdebatan dengan Matron, tapi untungnya itu tak membuat kita melepas semua ini”
“Ya, kau benar..”
“Teman-teman, tolong dengarkan.. !!” Audrey memulai pembicaraan.
Memang ya ada-ada aja tingkah anak-anak tingkat 2. Gara-gara Maureen, Valencia, Queena, Queenie, dan Queecy yang mengubah desain ruang duduk, sekelas diomelin Matron. Huh, sampai Matron jadi pusing sendiri. Dan akhirnya lepas tangan dan tak mau mengurusi kami.
Menjadi sesuatu yang baik, terlepas dari pengawasan Matron. Anak-anak tingkat 2 selalu ingin terlihat mandiri, ya walaupun sebenarnya mereka belum bisa dan masih membutuhkan pengawasan serta bimbingan. Sayangnya, tingkahnya itu loh, kadang-kadang bisa bikin guru-guru sampai geleng kepala.

Sementara itu, di tengah-tengah obrolan, Audrey selaku ketua kelas ingin membicarakan sesuatu. Apa itu? Nantikan jawabannya di chapter selanjutnya..

To be continued..

Chapter 50 - LoLieST

LAST WEEK

“Hari ini bebas hukuman, karena ini merupakan hari terakhir kalian belajar, setelah ini kalian akan memasuki masa persiapan, dimana kalian harus mempersiapkan sendiri semuanya. Setelah itu, ujian tengah semester, dan…”
“LIBUR..!!” sorak sekelas
Sempat terlupa olehku, It’s summer.. Liburan musim panas sudah menanti. Tak terasa, ya memang kegiatan belajar, event-event seru, teman-teman dan suasana di St. Theresa membuat waktu cepat berlalu tanpa disadari.
Walau sebelumnya kami harus berjuang di ujian tengah semester. Membuktikan kami lulus dalam pelajaran semester ini. Namun, itu tak menjadi masalah. Keheningan saat itu seketika pecah. Seluruh siswi sibuk berbicara tentang rencana liburan mereka masing-masing. They’re so excited.
Cepat-cepat aku masuk dan duduk di sebelah Maureen. Ini suatu anugrah bukan? Tak dihukum. Tak di marahi. Bahkan tak di tanya alasannya. Jadi, aku tak perlu repot-repot memikirkan alasannya.
“Hey Tasya, bagaimana rencana liburanmu nanti?”
“Entahlah, Ryn. Aku belum berfikir sampai kesana. Bahkan aku lupa ini musim panas, waktu memang cepat berlalu”
“Sama, sya. Perasaan baru kemarin kira ngadain Sparkly Night Concert. Tau-tau udah mau libur aja. Seneng sih libur, tapi bakal ada sedihnya juga karena kan mau ninggalin St. Theresa”
“Ninggalin? Ya engga dong Lyn. Kan nantinya kita bakal balik lagi. lagian kan cuma 1 bulan doang. Bakal cepet kok. Emang loe ngga kangen sama Mom sama Dad kamu?”
“Ya kangen sih. Tapi gimana ya Sya, Ryn? Pisah sama kalian sehari aja itu udah kek setahun tau ngga. Siswi-siswi St. Theresa tuh udah kaya saudara sendiri”
“Ya bener yang di bilang Kaelyn, Semua kaya keluarga, lebih dari keluarga”
“Termasuk Nadine kah?”
“Kecuali yang satu itu”
“Eh, Kaelyn, gimana rencana liburanmu? Kau akan keluar kotakah? Keluar negri kah?”
“Belum tau, Maureen. Tergantung ama Mom sama Dad lah”
“Gimana kalau kita liburan bareng kaya liburan musim dingin kemarin itu loh” usulku
“Wah, boleh tu Sya. Tapi masa cuma bertiga sih? Ngga asik”
“Ajak yang lain juga dong. Kalo bisa ajak sekelas. Ajak Lacey juga nah”
“Iya, bener tu apa yang di bilang Maureen. Ajak anak cowo asrama sebelah nah, biar lebih seru”
“Ehemm.. Roman-romannya ada yang kepingin ngabisin summer break bareng si Doi neh..”
“Iya nih, cari-cari kesempatan. Cari-cari moment biar bisa berduaan. Uuhh.. co ciut banget cih.. Mentang ya yang udah punya pacar tuh..”
“Zzz.. paan sih. Kan itu cuma saran doang. Siapa tau kalian juga bisa dapet gebetan. Siapa yang tau kan?”
“Alibi lo. Tapi kan tetep ujung-ujungnya ada maunya juga. Ada maksud tersembunyi, mau ketemu sama Prince Charmingnya. Hayo, ngaku!!”
“Zzz.. begini nih males banget. Semua-semuanya di kait-kaitin sama Chris.. Semua-semuanya pada mojokin. Emang di asrama sebelah isinya cuma Chris doang? Huh!!” gumamku
“Iya, iya Maureen, Kaelyn. Terserah kalian mau ngomong apa. What ever. I don’t care”
“Tapi dugaan kami benar kan?”
“Pastinya dong, Kaelyn”
“Haha.. lucu banget”
“Udah..udah anak-anak harap tenang ya. Cukup bicaranya. Disambung lagi nanti waktu istirahat. Sekarang kira mulai pelajarannya”
“Siap miss”
Aaahh, udah hari terakhir. Seneng banget deh nginget udah mau libur. Ketemu sama mom sama dad, balik lagi kerumah aaaahhh..
Pastinya bakal banyak banget acara yang direncanain siswi-siswi St. Theresa.. Namun sayangnya, mereka masih harus sabar dan menunda pembicaraan soal liburan. Mereka masih harus berjuang dan belajar lebih giat lagi menjelang ujian. Baru deh, abis itu liburann.. Semangat !!

To be continued..

Chapter 49 - LoLieST

NADINE’S SECRET BOOK PART 2

Malam ini saatnya bagiku untuk tau semuanya. Semua rahasia si culas Nadine yang bisa jadi kelemahannya. Namun, itu menjadi kekuatan dan kunci kemenangan untuk Natasya..
Saat kubuka, tiba Nadine terbangun dan menggeser posisi tubuhnya. Dia tak tenang. Cepat-cepat aku mengendap ketempat tidurku, lalu ku sembunyikan buku itu di bawah bantalku..
“Mungkin ini bukab waktu yang tepat untuk tau semuanya. Aku masih harus menunggu besok. Kau sudah punya kuncinya, hanya menunggu waktu yang tepat. Ok, sabar Tasya.” Gumamku
Aku kembali ke tempat tidurku, membenamkan diri dalam hangatnya balutan selimut, menutup mataku dan bersiap untuk kejutan besar besok pagi..
****
Sengaja kutunggu semua murid keluar kamar. Kupastikan semua aman, setelah itu, kuambil secret book itu. Perlahan ku buka sampulnya. Di halaman pertama hanya ada foto Nadine beserta namanya..
“Narsis banget nih anak” gumamku
Kubuka halaman selanjutnya, tertulis “Ehh, ngapain loe buka2 buku gue? Kalo nemu mending balikin deh. Gue lagi pusing nih nyariin nih buku”
Awalnya tulisan itu tak kuperdulikan, lanjut ke halaman 3. Ada tulisan lagi “Ehh, masih yaa buka2. Balikin ngga, laporin Matron nanti..”
Lanjut ke halaman 4 “Nakal bener sih nih anak. Ehh, gue kasih tau ya, ini barang privacy orang, jangan di baca2. Balikin deh”
Halaman 5, “STOPP!! Gue udah cukup sabar ya ngadepin loe. CEPET BALIKIN!!”
Terperangga aku di buatnya..
“Hah? Gendeng nih anak. Baru nemu ada orang yang nulis buku kek gini -_-”
4 page peringatan itu tak kuperdulikan. Aku lanjut membaca ke beberapa halaman selanjutnya. Yang bikin terkejut, ternyata isi dari buku itu hanya gambar-gambar abstraknya saja.
“-_- ternyata ini hanya buku gambar dan corat-coretnya saja. Usahaku dapetin buku ini sia-sia. Ngga berguna sama sekali. Lalu apa yang membuatnya begitu serius menulis di buku ini. Buku ini nampak seperti coretan anak TK --" dasar cewe aneh”
Di tengah keasyikanku, tiba-tiba ada yang membuka pintu dan masuk. Orang itu, Nadine. Melihatku bersama bukunya, membuat emosinya meluap. Kata-kata kasar mengalir keluar, deras sekali. (Derasnya sungai kaya nya kalah sama dia wkwk..)
“Oh ternyata buku ku ada padamu. Lancang sekali kau ya!! Dimana sopan santunmu? Kau tau kan ini milik orang lain, dan bukan menjadi hakmu untuk membuka dan melihat isi buku ini. Oh ya, satu lagi bukankah Annabella Natasya Sylviani adalah seorang yang terhormat? Tapi nyatanya? Heh, kau tau, kau itu tak lebih dari seorang yang hina”
“Hey..hey jaga ucapanmu. Apa kau pikir kau orang yang suci sehingga bisa seenaknya mengatakan aku adalah orang yang hina? Kurasa tidak. Lagipula siapa yang perduli dengan buku ini? Ini kukembalikan. Dan satu hal, terimakasih atas tuduhannya yang menyakitkan”
“Ternyata hanya coretan. Hmm, betapa bodohnya aku yang menginginkannya dan mengira itu kunci kehancuran Nadine. Hahaha, Tasya..tasya” lamunku.
“Tasya, hello. Apa kau sadar?” ucap Queency dia benar-benar mengejutkan dan membuyarkan lamunanku.
“Hah? Oh, tentu saja Queency”
“Lalu, apa yang kau sadar apa yang kau lakukan? 10 menit lagi kita harus sarapan dan belajar, sementara kau masih mengenakan pakaian tidur. Bergegaslah. Kau tak ingin terlambat kan?”
Karena buku rahasia Nadine, dan keinginanku yang bodoh itu sekarang aku terlambat. Sial..sial. Bergegas aku mandi dan bersiap, sarapan lalu menuju ruang kelas untuk belajar..
“Sial, benar benar sial. Apa yang kufikirkan? Ceroboh. Aku terlalu ceroboh dan terlalu berani mengambil resiko.. Namun, yang kudapatkan? Tak ada. Malahan ini menjadi keuntungan bagi nadine karena mendapati kembali bukunya. Huh, menyebalkan sekali :|” gumamku
Secepat apapun aku berlari menuju kelas, tetap saja aku terlambat. Bukan, terlambat tapi benar-benar terlambat. Semua sudah hadir dan duduk manis di sana. Sementara aku?
Aku yakin betul sebentar lagi pasti ada ocehan begini “Natasya, kamu tau kamu terlambat. Apa yang membuatmu terlambat?”
Dan bukankah aku akan terlihat seperti orang aneh jika menjawab begini: “Maaf miss, saya terlambat karena membaca bukunya Nadine dulu tadi” ?
Bukan alasan yang logis kan? Aku benar-benar akan dianggap pencuri jika berkata jujur. Ya walaupun faktanya itu memang benar. Lalu, sekarang aku harus gimana? Aku harus memiliki alasan yang bagus. Atau jika tidak aku harus siap menerima hukuman berdiri di lorong.
Aku masih ragu untuk masuk. Karena nih otak lagi mandeg, ga ada alasan yang terpikir. Ahh, emang dasar, payah. Sampai ada satu suara yang memanggil namaku. Itu Miss Flora
“Tasya”
“Yes, miss” jawabku dengan ragu
“Cepat masuk. Apa yang kamu lakukan di luar?”
“Masuk? Tapi kan saya telat, kok ngga di hukum malah disuruh masuk sih? Aneh-aneh aja nih” (Tasya..tasya, orang seneng kalo ngga di hukum, lah elo malah minta hukum, gimana sih -_-)
“Hari ini hari bebas hukuman, karena…”
Karena? Baru dengar kan di asrama ada hari bebas hukuman. Emang kurasa ngga mungkin terjadi, tapi di St. Theresa semua mungkin terjadi. Hayo, kira-kira karena apa ya?

To be continued..

Selasa, 23 Juli 2013

4 Kebiasaan Aneh Cowo (Bagi Cewe)

Bukan cuma cewe aja. Ternyata cowo itu juga punya kebiasaan-kebiasaan aneh, menurut cewe. Walau mungkin bagi mereka biasa saja. Berikut 4 kebiasaan aneh dari cowo, let's check.
  1. Teriak-Teriakan Heboh Saat Menonton Pertandingan
    Pernah melompat dari kursi karena kaget mendengar teriakan cowo yang lagi nonton pertandingan olahraga? (Biasanya sepak bola) Tidak hanya terjadi pada cowo-cowo yang kalian kenal, tetapi pada cowo di seluruh dunia. Mereka tenang, lalu bertiak histeris gila-gilaan. Jika tim kesayangan mereka menang, mereka akan berbunga-bunga seperti gadis yang baru di lamar, tetapi jika sebaliknya, tim kesayangan mereka kalah, mereka akan mengomel bahkan diam hingga keesokan harinya. Ini seperti luapan emosi, mirip cewe yang sedang menangis jika melihat drama yang menyedihkan.
  2. Punya Gadget Baru, tapi Malas Beli Baju
    Apa mereka pelit? Tidak juga, coba lihat peralatan elektronik mereka, semua itu dibeli dengan harga yang tidak murah. Anehnya, cowo biasanya malas membeli pakaian. Bagi mereka pakaian tidak akan menimbulkan kebanggaan apapun (bahkan yang bermerek sekalipun). Gadget baru membuat mereka lebih bisa membuat mereka bangga.
    Kalaupun mereka harus membeli gadget, mereka akan memilih sesuai kebutuhan dan hanya mempertimbangkan warna. Tak heran jika model pakaian pria hanya begitu-begitu saja.
  3. Berantakan, dan Sering Kesal Kalau Kamar Dibersihkan
    Beberapa cowo mendapat berkah sebagai sosok yang rapi dan teratur, tetapi mayoritas dari mereka senang berantakan. Bukan, Bukan soal penampilan, tetapi barang-barang yang ada di kamar mereka. Jika cewe lebih suka menaruh barang-barang itu dalam lemari, cowo justru lebih suka menumpuknya di sudut-sudut kamar. Anehnya, mereka dapat menemukan barang itu lebih cepat, entah barang apa saja.
    Jika ada orang lain yang membersihkan kamar mereka tanpa izin, mereka biasanya marah karena tidak dapat menemukan barang-barang (yang sudah rapi dalam lemari atau laci) secepat jika kamar mereka berantakan. Aneh kan?
  4. Ingat Berlusin-lusin Nama Pemain Sepak Bola, Tapi Lupa Nama Ibu Pacarnya
    Coba tanya pada pacar kalian, nama-nama pemain sepak bola (atau olahraga lain yang di sukainya), dia pasti bisa menyebutkannya dengan baik, bahkan dimana saja pemain itu pernah mengabdi. Tapii.. mereka kelabakan ketika kalian menanyakan nama ibu kalian, bukan hanya ibu, bahkan nama teman, saudara, sepupu dan yang lainnya.. Beberapa pria tidak mengingatnya. Well. Itu bukan berarti mereka tidak perduli, karena cowo dan olahraga seperti soulmate yang tidak bisa dipisahkan. Setuju, guys?
Nah, itu dia 4 kebiasaan aneh dari pria. Baik cewe maupun cowo punya kebiasaan anehnya masing-masing. Ya, karena mereka di ciptakan dengan berbagai kekurangan dan kelebihan untuk saling melengkapi dan menyempurnakan. ^^

4 Kebiasaan Aneh Cewe (Bagi Cowo)

Wanita berasal dari kata Venus. Pria berasal dari Mars. Lalu mereka bertemu di Bumi dengan membawa keanehan masing-masing. Itulah kata-kata mutiara singkat yang menggambarkan bahwa dunia Pria dan Wanita sangat berbeda. Ada banyak hal tentang cowo yang tidak kaum cewe mengerti. Misalnya mengapa mereka sangat tergila-gila dengan sepak bola, bahkan sampai taruhan besar demi tim kesayangannya.
Demikian pula sebaliknya, ada banyak hal seputar cewe yang tidak bisa di mengerti cowo. Inilah beberapa diantaranya:
  1. Hobi Belanja
    Untuk hal satu ini, cewe sering banget melakukannya. (Kayaknya kalau ngga hobi tuh bukan cewe namanya. Hahaha.. tapi engga juga sih.) Walaupun tidak belanja dan pulang dengan beberapa kantong belanja. Cewe senang-senang saja masuk dari satu toko ke toko lain hanya untuk mencoba baju atau sepatu yang terpajang di etalase toko. Bahkan banyak cewe yang tidak merasa capek walaupun harus berputar-putar satu mall dari pagi hari hingga semua toko nyaris tutup. Yeah, It's fun!
    (Perlu di ketahui, terkadang belanja itu bukan hobi, tapi salah satu alternatif buat menghilangkan stress. Ya setidaknya begitu yang dikatakan beberapa cewe - PM)
    Nah, bagi cowo, hal ini adalah hobi yang aneh. Cowo hampir tidak pernah mengatakan pada pelayan toko "saya hanya lihat-lihat" karena jika mereka ke toko, mereka sudah berniat membeli barang yang mereka inginkan. Jarang diantara mereka rela berputar satu mall atau berkeliling satu kota hanya untuk mendapatkan barang sama dengan selisih harga yang sedikit. Tetapi bagi cewe ini adalah kebanggaan jika membeli barang yang sama dengan harga yang murah di toko lain. (Ya, betul sekali. Walau akhirnya harus menghabiskan banyak energi)
    Men says: "Saya selalu tersiksa jika pacar saya meminta saya untuk menemaninya belanja. Saya tidak mengerti mengapa dia begitu uring-uringan saat tau toko lain yang menjual barang yang sama dengan selisih 50.000 lebih murah. Saya makin pusing jika dia minta pendapat 'Bagus sepatu merah atau coklat?' karena bagi saya sama saja asal sepatu itu nyaman di pakai"
  2. Peralatan Make Up
    Untuk yang satu ini, cewe yang memiliki keterampilan merias wajah menjadi suatu kebanggaan, walaupun merias wajahnya sendiri. Selain bisa menonjolkan kelebihan bentuk wajah, bermain-main dengan peralatan make up sangat menyenangkan. Tetapi, cowo tidak habis pikir kenapa cewe harus berdandan.
    Para cowo merasa bahwa berdandan hanya buang-buang waktu. Terlebih lagi, saat cewe mengatakan "Lima menit lagi" saat di jemput, padahal baru siap 1 jam kemudian. Maka tak heran jika cowo anti dekat-dekat dengan peralatan make up.
    Men says: "Kalian sudah cantik, kenapa harus pakai make up? Kami sering bosan menunggu kalian selesai berdandan. Ya, walaupun kami akui, kami senang jika hasil make up kalian bagus dan tidak menor seperti make up untuk film horor"
  3. "Aku tidak punya baju.." Padahal lemari penuh dengan baju
    Saat undangan pesta di tangan, sering kali cewe bilang "Pakai baju apa ya nanti? Aku ngga punya baju.."
    Padahal lemari mereka penuh dengan baju. Kalimat "Aku tidak punya baju" sebenarnya adalah bentuk lain dari kalimat "Aku tidak boleh memakai pakaian yang sama 2 kali dalam sebuah pesta atau acara". Cewe-cewe akan langsung meluncur ke toko baju untuk mencari baju lain. Pantang bagi seorang wanita untuk memakai baju yang sama dua kali atau lebih saat menghadiri sebuah acara.
    Men says: "Entahlah, cewe memang aneh, Padahal mereka biasanya memiliki lebih dari satu lemari pakaian, tetapi masih bilang kalau tidak punya baju. Kalau cowo yang bilang "Aku tidak punya baju" hanya ada 2 kemungkinan, semua pakaian  bersih belum di cuci atau rumah baru terbakar
  4. Selalu bilang "Aku tidak apa-apa"
    Cowok: "Kenapa, kamu kok diam dari tadi?"
    Cewek: "Aku tidak apa-apa"
    Cowok: "Benar tidak apa-apa?"
    Cewek: "Iya"
    30 menit kemudian..
    Cewek: "Kamu memang engga pernah ngertiin aku. Aku lagi ada masalah tapi kamu engga pernah perhatian. Aku diam tapi kamu ngga mau cari tau kenapa aku diam..." bla bla bla dst.
    Cowo tak pernah mengerti mengapa cewe selalu mengatakan "Aku tidak apa-apa" dengan wajah yang tidak enak. Padahal cowo tau bahwa ada 'apa-apa' yang sedang cewe sembunyikan. Seringkali jika cowo memaksa si cewe mengatakan yang sebenarnya, si cewe justru marah dan sekali lagi mengatakan "Aku tidak apa-apa" dengan wajah yang lebih horor. Sehingga tak heran jika "Aku tidak apa-apa menjadi kalimat yang paling seram yang tidak ingin di dengar oleh cowo.
    Men says: "Bagi kami, jika kalian mengatakan tidak apa-apa, berarti memang tidak ada apa-apa. Tolonglah, jika ada hal yang ingin kalian bagi, entah itu curhat atau hal yang tidak mengenakkan tentang kami, beritahu saja kami. Jangan terus menerus mengatakan tidak apa-apa dan pada akhirnya menyalahkan kami."
So, gimana Ladies. Apa kalian sering melakukan hal itu? Setelah tau bahwa kebiasaan itu 'aneh' apa kalian akan mengurangi frekuensinya?

Senin, 22 Juli 2013

Chapter 48 - LoLieST

NADINE’S SECRET BOOK

Setelah peristiwa itu, Nadine pasti sibuk mencari-cari bukunya yang hilang. Kiri – kanan, atas – bawah, depan – belakang setiap sudut ia cari. (Tasya sok tau nih) Namun, tak juga di dapatinya. Sebenarnya aku bisa saja memberi tau dimana keberadaan bukunya itu. Tapi untuk apa? Tak ada untungnya bagiku..
Nadine tuh cewe aneh, bukan tak mungkin dia akan menuduhku kalau aku memberi tau hal ini padanya. Ya kan? (Engga juga.. :p) Dan benar saja dugaanku, dia benar-benar kebingunggan. Di kamar..
“Siaal.. ada dimana buku itu?” gumam Nadine yang masih binggung mencari buku-nya itu
“Natasya..Arrgh!! kalau engga gara-gara kamu engga gini jadinya. Dasar cewe pembawa sial. Sekarang gimana nasih buku gue? Kalau sampe ada yang nemuin wahh, kacau nih. Naas banget hari ini” gumamnya lagi.
Sementara itu di taman asrama, teman-temanku masih berkumpul disana. Mereka sedang main UNO
“Hallo” sapa Kaelyn sambil melambaikan tangan kearahku.
“Bagaimana pertemuannya, Nona Chris...” teriak Maureen
“Kecilkan suaramu, bodoh!”
“Hey..hey woles. Santai.. Ngga usah emosi gitu kali”
“Apa yang perlu ditakutkan? Bukan hanya kami, bahkan seluruh kelas telah tau hubungan kau dan Chris.”
“What? Jangan bercanda Kaelyn”
“Aku tak bercanda, aku serius. Benar-benar serius. Lagipula kalian sudah pacaran selama 3 bulan. Dan itu tak bisa di bilang waktu yang singkat bukan?”
“T..tapi bagaimana mungkin? M.. maksudku seluruh kelas tau soal ini, termasuk Nadine?”
“Ya, bahkan Nadine adalah orang pertama yang tau..”
“La..lalu kenapa kabar ini bisa menyebar? Siapa yang nyebarin?”
“Kita-kita dong. Soalnya tadi banyak banget yang nyariin kamu (Udah kaya artis nih banyak yang nyariin hihihi.. :p) Jadinya ya kami jawab aja kamu lagi ketemuan sama Chris. Apa itu salah? Itu faktanya bukan?”
“Bodooh.. kalian bodoh. Bukankah sudah ku katakan untuk merahasiakan semua ini? Namun apa yang kalian perbuat? Karena kalian aku...”
Emosiku saat itu meluap. Tangis, kesal, marah bercampur jadi satu. Bayangkan saja, hubunganku dengan cowo yang sama sekali tak kucintai harus di ketahui banyak orang. Ini hanya kepura-puraan. Hanya permainan. Permainan cinta yang diatur oleh Nadine.. Nadine.. Tunggu sebentar..
“Dugaanku benar kan. Aku hanya di permainkan, aku hanya di jebak dan ingin di jatuhkan. Namun, bukan Tasya namanya jika kalah sebelum berperang. Kurasa sebaiknya sahabatku juga tak perlu tau soal ini. Aku tak ingin semuanya hancur. Jadi, biarlah aku dan hanya aku saja yang bertarung dalam permainan ini. Aku yakin dapat membawa kabar gembira nantinya..” gumamku
Emosiku masih memuncak. Mukaku merah padam karenanya. Sapaan Kaelyn, Maureen atau siapapun kerap kali tak ku gubris
Aku berlari meninggalkan tempat itu, namun Kaelyn menarikku kembali..
“Mau apa lagi kalian? Apa ada hal yang lebih gila yang kalian lakukan mengenai hubunganku dan Chris”
“Ohh, ayolah Tasya. Aku hanya bercanda. Aku serius mengerjaimu tadi. Kami tak memberi taukan siapa pun soal ini. Cuma kami-kami ini saja”
Kembali kuatur nafasku.. kutarik dan kuhembuskan berulang kali sampai aku tenang..
“Oke, aku percaya, aku harap kali ini kau tak mengerjaiku lagi. huft, untunglah.. Apa ini artinya Nadine belum mengetahui perihal aku dan Chris?”
“Nah, kalau soal itu aku serius. Nadine memang sudah mengetahui semuanya”
“T.. tapi darimana? Apa kalian juga yang memberi tau dia?”
“Tidak.. Sungguh kami tak berkata apapun ke dia. mungkin dia tau dari Chris”
“Hmm.. Ya bisa jadi. Kan mereka sahabat baik”
“Tentu saja Nadine sudah tau, bahkan dia yang merencanakan semua ini. Dasar cewe licik!!” gumamku
“Kenapa kau begitu marah kalau hubungan kalian di ketahui orang banyak? Bukankah itu hal bagus, jadinya ngga ada cewe yang ngejer Chris lagi?”
“Gpp kok.. Aku cuma ngga mau mengumbar-ngumbar soal ini. Ini pertama kalinya aku punya hubungan khusus dengan cowo, aku masih perlu belajar. Lagian kan yang ngejalanin juga aku sama dia. jadi buat apalah orang lain tau soal ini. Aku ngga mau kaya cewe lain yang lebay. Baru jadian di umbar sana-sini. Abis itu putus juga bilang sana-sini. Kan malu.. Jadi biarlah kami jalanin begini. Serius tapi santai. Yang penting semuanya baik-baik aja”
“Maaf aku terpaksa bohongin kalian. Aku ngga mau kalian tau sekarang. Belum waktunya. Aku harus menyusun rencanaku serapi mungkin. Aku tak mau siasatku bisa terendus orang lain. Khususnya Nadine dan Chris” gumamku
Sampai malampun, masih kurenungkan kejadian tadi. Aku masih menyusun rencana kedepannya. Tiba-tiba terlintas di fikiranku tentang buku rahasianya Nadine. Hasrat untuk mengetahui isi buku itu pun muncul.
“Bukankah akan lebih mudah memenangkan game ini kalau aku mengetahui rahasia dan rencana dari musuhku?” gumamku
Kubulatkan tekad-ku. Aku mengendap ke tempat tidur Nadine, ternyata buku itu masih ada disana. Masih ada diantara tumpukan barang-barang di bawah ranjang. Nadine belum menemukannya. Tidakkah ini menjadi suatu keuntungan bagiku?
Cepat-cepat kutarik buku kecil bersampul biru dari sana. Lalu kubaca isinya. Saat itu juga...

Apa yang akan di lakukan Nadine saat Tasya mengetahui semua rahasianya? Apakah itu rahasia yang diinginkan Tasya? Atau akankah muncul konflik baru karenanya? Wait 4 next Chapter..

To be continued..

Chapter 47 - LoLieST

CHRIS’ TRICK

“Mau apa Nadine disini. Sudah kuduga ini akal – akalan mereka untuk menjebakku. Dasar, kalo mau buat rencana rapi sedikit donk. Jangan sampe di endus sama korban” gumamku
Sesaat kemudian Nadine melambaikan tangannya dan pergi menjauh. Di saat itu, aku datang mendekati Chris.
“Sudah lama disini?” tanyaku dengan wajah innocent
“Ya, belum terlalu lama”
“Sepertinya tadi aku melihat Nadine” ucapku frontal
“Hmm..” Chris nampak panik dan agak ragu untuk menjawab
“Benarkah?” tanyaku yang penasaran
“Ya, dia disini tadi, namun sekarang dia sudah pergi. Ada urusan katanya”
“Urusan apa?”
“Aku tak tau, dia tak mengatakannya”
“Lalu, apa alasan dia menemuimu disini”
“Hey, tunggu dulu. Kenapa nada bicaramu seperti itu? Kau terkesan mencurigaiku. Apa kau cemburu?”
Mungkin nada bicaraku memang frontal. Ya, itu karena aku tak suka basa-basi. Kalau ngomong to the point aja. Tapi kalo di kait-kaitkan dengan cemburu. Ohh, lupakan. Bagaimana mungkin aku cemburu dengan orang yang sama sekali tak kucintai?
“Ya, kurasa begitu Chris. Aku tak ingin kau dekat dengan gadis lain. Kau faham itu bukan? Maaf kalau sikapku ini menganggumu” ucapku dengan nada pelan
“Tak apa, aku mengerti. Cemburu itu tanda cinta bukan?” katanya sambil menyentuh pipiku dengan kedua tangannya.
“Kalau begitu, katakanlah alasannya. Kau tak ingin aku salah faham bukan?”
“Ohh God. Hard 2 believe I’m a Drama Queen. Bersikap manis dan baik seperti ini sungguh menjijikan. Seumur hidupku, tak pernah sekalipun terbersit di pikiranku aku akan bersikap seperti ini di depan makhluk yang bernama ‘cowo’ Juga tak pernah terpikir aku akan terjebak di dalam permainan cinta ini.. Hidup itu penuh kejutan” gumamku
“Tadi itu, kami ada...”
Belum sempat Chris menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Matron datang. Terkejut kami di buatnya..
“Natasya!! Kamu hmm..”
“Chris bu”
“Ya, Chris. Ngapain kalian disini?”
“Mojok bu..” gumamku dalam hati
“Hmm..” aku binggung mau jawab apa. Satu-satunya yang kuharapkan saat itu ialah Chris punya alasan yang tepat dan mampu membuat Matron percaya.
“Ini loh bu, saya pingin balikin hairclipnya Tasya doang kok” katanya dengan santai
“H..hair c..” ucapku binggung
“Iya hairclip kamu yang ketinggalan saat konser waktu itu, aku baru ingat untuk mengembalikan sekarang. Ini, maaf ya” katanya sambil berkedip dan tersenyum
“Ohh ya ampun, ngga apa-apa Chris. Makasih ya” Aku menangkap maksudnya, ini hanya akal-akalan Chris untuk mengelabui Matron
“Hanya itu?” tanya Matron yang kebinggungan
“Iya. Ibu kira apaan? Kami sengaja ketemuan? Ya engga dong, saya juga tau aturan”
Setelah mendengar statement tersebut, Matron meninggalkan kami.
“Huft, apa kubilang? Terlalu bahaya bertemu diam-diam seperti ini. Btw, jadi alasan kamu ngajak aku ketemuan?”
“Ngga ada sih, aku cuma kangen sama kamu hihi..”
“Emang dulunya...”
“Dulunya apa?”
“Hmm, ngga jadi deh”
“Sabar Tasya, sabar.. kamu ngga boleh frontal sekarang. Sekarang belum saatnya kamu nanyain itu. Ikutin aja permainan dia” gumamku
“Hmm, kalau emang ngga ada yang mau diomongin lagi, aku balik ya”
“Oke deh, oh iya, tolong balikin hairclip itu ke Nadine ya. Sebelumnya makasih. Bye”
“Ya, nanti aku balikin. Bye”
“Freak boy, maksudnya apa coba? Hmm.. Ok Tasya, calm down. Dia cuma lagi ngetes seberapa sabar kamu. Ikutin aja.. Kita liat siapa yang lebih pinter dalam permainan ini. Chris atau Tasya” gumamku sambil menyunggingkan senyumanku.
Tau-tau aku sudah sampai saja di asrama. Aku menaiki tangga, menuju kamar anak-anak tingkat 2 menemui Nadine yang saat itu nampak sibuk menulis sesuatu di buku kecilnya. Kurasa itu buku rahasianya.Terlihat dari wajahnya yang berseri dan sebuah senyum yang menghiasinya. Sifatnya yang culas dan menyebalkan tak tergambar di wajahnya. Semua hilang dan sirna dari sana. Terlihat sekali dia sedang asik dengan dunianya. Dunia luar tak lagi dihiraukannya. Bahkan kurasa keberadaanku pun tak disadari olehnya.
Semua statement ku itu terbukti saat aku memanggil namanya, Ya benar dia terkejut.
“Nadine!!”
“Hah.. Mau apa kau disini?”
Cepat-cepat dia menutup buku itu dan menyembunyikannya dari pandanganku. Namun, buku itu jatuh diantara tumpukan barang-barang yang ada disana..
“Balikin ini” kataku seraya menyodorkan hair clip itu.
“Kenapa bisa bersama mu, bukankah tadi ada dengan...”
“Chris? Ya aku tak tau kenapa. Dia menitipkan ini padaku dan memintaku untuk mengembalikan ini ke orang yang bernama Nadine Anastasya”
“Ya..ya terima kasih. Dan sekarang bisakah kau keluar dari kamarku” katanya seraya mendorongku ke arah pintu.
“Hey..hey tunggu dulu, ini bukan kamarmu. Ini kamar anak-anak tingkat 2” kataku sambil menahannya.
“Ya terserah apa katamu Tasya, intinya kau harus keluar”
‘Brak..’ Ia menutup pintu kamar itu dengan keras.
“Hey, dimana sopan santunmu !!” teriakku
“Maafkan aku nona Annabella Natasya Sylviani. Aku butuh sendiri. Okey!!” Nadine membuka pintu itu, menolehkan kepalanya lalu menutupnya kembali dengan lebih perlahan.

Hari yang aneh. Berurusan dengan 2 orang bernama Chris dan Nadine benar-benar membuatku pusing. Dan satu lagi yang sulit kupercaya, aku terlibat dalam permainan mereka. Hebat bukan?!

To be continued..