Sabtu, 31 Agustus 2013

First Rabbit - JKT48

Suatu hari di dalam hutan di temukan
Lubang yang berlanjut terus entah kemana
Di depan kegelapan teman di sekitarku
Hanya terdiam mengintip tanpa bergerak

Entah mengapa dada ini bergetar
Ku kan menjadi yang pertama berlari

Aku tidak takut pada luka dan sakit
Apa yang terjadi ku takkan gentar
Pergi untuk mencari impian milikku
Ayo jadi kelinci yang pertama

Dari pada bicara sok tau tentang
Hal yang asing bagimu ayo mandi lumpur
Di malam sendirian, bintang kan jadi teman
Tinggalkanlah jejak langkah diri sendiri

Walaupun jadi sekhawatir apapun
Ku berlari lebih dari siapapun

Setiap terluka jadi makin dewasa
Air mata mengalir dada trasa sakit
Meski begitu, ku tetap takkan menyerah
Ayo jadi kelinci yang pertama

Siapapun pastilah dapat merasakan
Bahwa dirinya hidup saat darahnya mengalir
Jangan sia-siakan nyawamu

Aku tidak takut pada luka dan sakit
Apa yang terjadi kutakkan gentar
Pergi untuk mencari impian milikku
Meskipun ada yang menghalangi untuk sampai ke tujuan
Stiap terluka jadi makin dewasa
Air mata mengalir, dada trasa sakit
Meski begitu ku tetap takkan menyerah
Ayo jadi kelinci yang pertama

Chapter 60 - LoLieST

HOME! PART 2

Ok, beres sudah, cakenya udah jadi. Pasti kalian udah ga sabar kan nungguin.. ya iyalah secara udah 2 tahun, (kelamaannn… :/) Eh maksudnya 2 jam hehe..
“Mom, cepet-cepet”
“Tasyaa, semangat sih boleh tapi jangan dorong-dorong dong! Ntar kalo nih jatuh gimana?”
“Hehe..”
Sesampainya di meja makan..
“Mom..”
“Ya..”
“Ini enak banget.. ciyuss dah (<= Tasya jadi alay)”
“Masa sih”
“Iya, serius”
“Iya atau iya” (<= Eh, mom-nya pula ikut-ikutan hihi :p)
“Hihh,, mommy. Tapi serius, enak. udah lama nih ga nyicipin, hmm, kalo gitu buat Tasya semua ya mom”
“Huh, jadi begitu.. mommy-nya engga di bagi lagi. yaudah deh, mommy ngambek nih”
“Hahaha.. ngambek aja kalo mau ngambek weekk :p”
“Hahaha.. Haaahh, ga nyangka anak mom bisa berubah jadi begini ya”
“Maksudnya berubah gimana mom? Perasaan aku tetep Tasya yang dulu kok. Ya, palingan nambah tinggi sama berat doang hehe”
“Yang terakhir mom inget 2 tahun lalu itu, Tasya itu anak yang bandel, keras kepala, susah diatur, terus tomboy banget, sampe-sampe dulu itu mom harus meluangkan waktu untuk menghadiri panggilan dari sekolah mengenai sikapmu yang buruk, kau sering kali hampir di DO karenanya. Tak jarang juga, mom harus mengeluarkan banyak biaya untuk pengobatan teman yang jadi korbanmu. Ya kan? Terus juga, pas hari pertama kamu di ajak ke St. Theresa, kamu juga berontak, marah-marah sampai matronnya dibentak-bentak tuh ingat ga? Nah, sekarang apa yang di depan mom nih orang yang sama?”
“C’mmon mom. Jangan diingat-ingat lagi dong. Lagipula itu hanya masa lalu.. MASA LALU dan engga setiap orang punya masa lalu yang indah kan?”
“Iya, sekarang perubahan itu sudah terasa, cara bicara dan sikapmu. Ya kira-kira sudah berubah 100o
“Ini semua pasti karena St. Theresa. Asrama itu banyak memberikan pengajaran, bukan hanya pelajaran teori, praktek dan ilmu yang berguna untuk masa depan, tapi lebih..lebih. ia mengajarkan nilai kehidupan, bagaimana berorganisasi, bagaimana caranya hidup di tengah masyarakat, dan yang terpenting bagaimana caranya untuk saling berbagi. St Theresa juga membuka mataku, dan membuatku memandang lebih luas, membuatku melihat kenyataan kalau ternyata di dunia ini bukan milikku sendiri, masih banyak orang lain dan aku membutuhkan mereka. Disana aku juga menemukan sahabat-sahabat yang selalu ada untuk aku dan siap menyupport setiap langkahku. Disiplin sih ada, tapi disana juga ngga jarang kami ngadain event, party.. gitu-gitu deh. pada intinya St, Theresa itu menyenangkan..”
“Wah, benarkah begitu. Nampaknya iya, soalnya semangat banget ceritanya. Syukurlah kalo begitu”
“Wah, bukan bener lagi, bener banget malah.. Ini kan juga berkat mom, makasih ya”
“Iya. Urwell. Mom seneng kalau kamu seneng”
“Tapi ya mom, biarpun St. Theresa itu menyenangkan, tetapi tetep aja ada yang nyebelin, suka mancing emosi, bikin mood jelek, pokoknya dia itu trouble maker deh”
“Siapa lagi itu? Musuhmu? Aduh, jangan mulai lagi dong. Mom ga mau kamu kayak dulu lagi”
“Bukan musuh aku aja, tapi seluruh anak tingkat 2. Hobinya itu, marah-marah mulu, kalau ada kesepakatan kelas, pasti dia yang selalu nentang. Namanya Nadine. Nadine Anastasya”
“Udahlah, orang kayak gitu ga usah di tanggapin. Diemin aja, nanti juga bosen sendiri orangnya”
“Kami itu selalu sabar mom, tapi dasaran aja tuh anak ngga bisa di baikin. Kalo udah di baikin, pasti deh dia jadi besar kepala, ngelunjak, ngerasa dia doang yang paling benar, dan omongan itu lho semakin lama semakin menjadi-jadi, makin nusuk aja. Jadi deh, terpaksa Tasya yang diminta untuk ngadepin dia, ya karena cuma aku doang yang bisa. Nah, pas giliran udah kena, ga punya kata-kata lagi, pergi deh dia.. kayak waktu di tingkat 1 Tasya sampe emosi banget ngadepin dia, terus deh ga sengaja nampar dia kenceng banget, tuh tangan tasya sampe jeplak, detail2nya juga, warna merah, langsung deh dia nangis-nangis, ngadu sama matron, jadinya kena sanksi sama teguran. Hiih, males banget deh pokoknya sekelas sama dia” jelasku panjang lebar (kali tinggi. *ups salah)
“Aduh, ampun deh, udah ya Tasya cukup. Anak orang loh itu, kasian kan. Kalau dia nekad terus kamu diapa-apain gimana? Kan siapa tau. Semua masalah itu pasti ada jalan keluarnya dan dapat di selesaikan baik-baik”
“Ahh, mommy dia aja takut sama aku, awal-awalnya aja sok berani, akhirnya mati (ga bisa berkutik) juga sama aku. ya, kalau dia bisa di baik-baikin sih ga apa-apa nah orang kek begitu, dibaikin, adanya malah dia nganggep kita pengecut, lagian Tasya itu belain temen-temen dan lebih sayang sama mereka daripada sama trouble maker itu”
“Yaudah,, yaudah, ganti topik ya. Hmm, Btw gimana nih disana? Udah punya pacar ya? Kok kayaknya engga pernah cerita mengenai cowo yang lagi deket sama kamu”
Oouch.. Ini nih yang engga di pinginnin, ujung-ujungnya mom nanya soal pacar. PACAR. Gimana nih? Ngaku..engga..ngaku..engga? Tunggu jawabannya yaa

To be continued..

Senin, 26 Agustus 2013

Which One U R?

Ada sebuah POHON yang tua.
Bila HUJAN turun, beberapa helai daun tumbuh.
Saat MUSIM GUGUR datang,
ANGIN menerbangkan semua DAUN-nya.
Jika diberi pilihan, maka kalian ingin menjadi?
a. Musim gugur
b. Angin
c. Daun
d. Pohon
e. Hujan

PS: Jangan asal jawab, karena setiap pilihan memiliki arti.


Setelah menentukan, silahkan melihat makna dari setiap pilihan dibawah ini:
Musim gugur: Kamu selalu mencintai 2 orang dalam satu masa.
Angin: Kamu adalah orang ke-3 dalam cinta segitiga.
Daun: Kamu adalah playboy atau playgirl.
Pohon: Kamu begitu setia pada pasanganmu.
Hujan: Kamu mau mencari orang yang benar-benar cinta dan perduli sama kamu.
(NB: diambil dari buku filosofi berbahasa malaysia)
80% jawaban yang dipilih adalah cerminan dirimu yang sebenarnya

Hayoo, tadinya pilih yang mana? Jujur loh yaa..
Kalo admin sih, tadinya pilih hujan :)

Chapter 59 - LoLieST

HOME!

Yeah, it’s time for holiday!! Summer, I’m coming!! :) Saatnya kembali ke rumah, walaupun nantinya pasti bakalan kangen sama St. Theresa. Ayolah, hanya 1 bulan, tak kan lama..
“Mommy, I’m back” pekik-ku saat sampai di depan rumah. Ahh, selain St. Theresa ternyata aku juga kangen dengan rumah ini, dan yang ada di dalam, tentunya..
“Iya tunggu sebentar” terdengar suara Mom dari dalam rumah.
“Ohh, honey kau sudah kembali. I miss u so much” mom langsung merangkul dan memelukku.
“Yeah, mom miss u too” ucapku seraya mempererat pelukan itu.
“oh, iya Btw, dimana Dad? Sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya”sambungku
“Dad.. Mm,, daddy..” Mom seperti ragu menjawab pertanyaanku.
“Pasti mom bakal bilang dad lagi sibuk, dan dia tak bisa menemuiku blaa.. blaaa.. blaahh” gumamku
“Dad masih di kantor, banyak pekerjaan yang menumpuk katanya” Mom melanjutkan perkataannya.
“Dad masih bekerja, bahkan di hari libur seperti ini? Huh, apa-apaan itu. Bahkan, mungkin Dad tak tau hari ini aku pulang. Dad memang jahat”
“Woops, kok bilang gitu sih? Tentu saja itu tak benar. Daddy tau kok, bahkan dia titip salam untukmu”
“Lalu kenapa? Kenapa dia tak bisa meninggalkan pekerjaannya sekali saja, untuk bertemu denganku? Berkumpul bersama. Bahkan sekalipun ini hari libur”
“Sudahlah, jangan rusak mood-mu. Kau tau-kan Dad itu orang yang bagaimana?”
“Cuek, tidak perhatian, masa bodoh sama keluarga dan tidak bertanggung jawab?” (Kek ga ada dosa si Tasya bilang begitu :|)
“Bukan, dia itu konsisten dengan pekerjaannya. Dia melakukan ini juga untukmu, untuk keluarga kita. Maklumi ya, Hmm sekarang mendingan bantuin Mom masak yuk. Mom lagi bikin Strawberry Cheese Cake tuh di dapur”
“Hmm, mom tau saja cara membujukku.. hehe..”
Lalu Mom merangkulku menuju dapur. Sedikit bercerita, canda tawa. Kami terlihat begitu akrab sebagai ibu dan anak. Padahal, sebelum masuk St. Theresa tak seperti ini suasananya.
Beberapa saat kemudian, baru aku menyadari kalau kami hanya berdua di dalam rumah sebesar ini. Dad, ya Dad. Selalu dan selalu saja sibuk. Katanya sih, itu sih hanya katanya Mom. “Aku tau, kau mengatakan itu hanya untuk menyenangkanku. Aku tau kau berbohong tentang Dad, Mom” gumamku.
Tak terlintas di pikiranku, sebenarnya apa yang dilakukan Dad sehingga membuatnya begitu sibuk dan tak ada waktu. Saat aku masih di St. Theresa, itu berarti hanya Mom sendiri di rumah ini, melakukan semuanya sendiri. Huh, kasihan Mom.. Tapi mau gimana lagi?
“Mom, itukah kue-nya yang ada di oven, belum matang ya?” tanyaku yang sudah tak sabar
“Iya, sebentar lagi. kau nampaknya sudah tak sabar, benarkah itu?”
“Tentu saja Mom. Sudah lama tak kucicipi cake seperti ini”
“No kidding, kenapa harus menunggu lama? Bukankah kau dapat membelinya di bakery dekat asrama?”
“Tidak diizinkan. Ya mungkin diizinkan tapi hanya sekali-sekali, itupun harus bareng temen, ga boleh sendiri -_-”
“Hmm, atau mungkin Matron tidak memberi izin karena takut kalian menjadi gemuk”
“Ya, mungkin ia takut tersaingi hahaha.. Tapi beli cake ini di luaran sama buatan Mommy rasanya beda”
“Lho, emangnya kenapa?”
“Iyalah, soalnya kan Mom bikinnya pake cinta”
“Ihh, anak mom yang satu ini udah bisa ya bilang begitu, bukannya dulu nih anak mom yang ini paling keras kepala?”
“Hehehe..”
“Hmm, kalau begitu kayaknya mom harus buat yang banyak untuk di bawa ke St. Theresa nanti”
“Sounds great mom. Kalau bisa di buatin stok cake buat 1 tahun ya”
“Waduh, berarti mom harus kerja keras nih hahaha..”

“Hahaha.. ahh, Mom” kembali ku peluk Mommyku. Pelukan hangat yang seolah membuat semua masalahku hilang lenyap. Begitulah keakraban kami, di dapur sambil menunggu kue matang. Ahh, Love my mom.

To be continued..

Sabtu, 24 Agustus 2013

Lebih Pintar Kucing atau Anjing?

Lebih pintar mana sih? Anjing atau kucing? Itu adalah pertanyaan klasik yang banyak di pertanyakan oleh orang yang ingin punya peliharaan tetapi belum jelas mau pelihara binatang yang apa. Dan memang 2 binatang ini adalah yang paling banyak menarik minat manusia untuk memeliharanya. Iya apa iya?
Banyak hal yang membuat kedua binatang ini menjadi pilihan utama, diantaranya adalah karena mereka merupakan salah satu binatang tercerdas yang ada di bumi. Lalu, sebenarnya lebih cerdas anjing atau kucing sih?
Berikut beberapa aspek perbandingan antara kucing dan anjing yang mudah-mudahan bisa membantu kalian untuk membedakannya. Let's check:

Kemampuan Fisik
Salah satu memilih kucing adalah karena mereka merupakan pemburu tikus dan serangga yang sangat handal. Dan salah satu alasan memelihara anjing adalah karena mereka kuat dan cepat, sehingga mampu melindungi manusia. So, keduanya memiliki kemampuan yang berbeda tetapi sama-sama dibutuhkan manusia. Bisa dibilang keduanya seri dalam kategori ini.

Kemampuan Sosial
Anjing paham kalau menggonggong di depan pintu, maka akan ada manusia yang membukakannya pintu sehingga dia dapat keluar. Sementara kucing lebih senang "melarikan diri" Jadi, dalam kategori ini, anjing menang karena mampu bersosialisasi dengan manusia.

Kemampuan Bertahan Hidup
Kucing bisa membersihkan badannya sendiri, mencari makan sendiri, tidak perlu diajak jalan-jalan keluar rumah oleh majikannya karena dia bisa melakukannya sendiri. Dan kucing juga terlatih menggunakan kamar mandi. Sedangkan anjing perlu dimandikan diajak jalan-jalan dan diajak keluar rumah jika akan buang kotoran. Jadi, dalam kategori ini, kucing yang menang.

Kemampuan Mendengarkan Perintah
Yang paling mudah adalah anjing. Anjing akan segera mendekat ketika namanya dipanggil oleh majikkannya karena mereka tahu akan diberi makanan. Sedangkan kucing belum tentu mendekat. Nah bukan berarti kucing tak paham perintah. Dia tetap paham, tetapi meresponnya dengan caranya sendiri. Kucing tahu saat namanya dipanggil, tetapi seringnya dia hanya merespon dengan menoleh saja, tidak langsung mendekat. Alhasil, dalam kategori ini, kucing dan anjing dinilai seri atau seimbang.

Kemampuan Memilih Mainan
Kucing itu binatang yang suka pilih-pilih mainan. Dia belum tentu suka dengan mainan yang mahal. Sedangkan anjing, dia akan menerima mainan apapun yang kalian berikan.

Nah, sekarang balik-balik lagi, menurut kalian cerdasan yang mana?

Chapter 58 - LoLieST

THE RESULT PART 4

“Mana janji kalian? Katanya kalian mau membuatkan pesta untuk yang memegang peringkat pertama. Mana..mana?” tanya Nadine
Apa anak-anak tingkat 2 benar-benar akan menghamburkan uang, waktu dan tenaga mereka untuk membuatkan pesta khusus yang akan di persembahkan untuk Nadine. Sesuatu yang mustahil, tapi tak terlalu mustahil juga sih. Semua masih mungkin terjadi. Ok, simak saja kelanjutannya.
“Hmm..” sekarang semua anak tingkat 2 menjadi termenung. Semua ragu dan tak satupun dari mereka yang berani menjawab. Soal biaya, tempat dan waktu sebenarnya tak jadi masalah. Ya tak jadi masalah kalau diadakan untuk siswi lain. Asal bukan Nadine. Sebagaimana kita tau relasi antara Nadine dan murid-murid yang lain tak bisa dikatakan baik. Tentu, nantinya akan ribet dan ada-ada aja masalahnya, percaya ga? Ok, buktikan..
“Mana..mana? Bukankah anak-anak tingkat 2 itu orang-orang yang jujur? Jadi, ga mungkin kan mereka bohong? Mana Award yang kalian janjikan? Ataukah kalian lupa siapa yang berhak atas itu? Nih, ya akau kasih tau, aku orangnya. Nadine Anastasya, si pemegang rank pertama. Murid paling pintar”
“Heii, tunggu bukankah waktu itu ada yang menentang rencana kita ya? Seperti ga setuju gitu. Atau aku saja yang salah dengar? Bagaimana menurutmu, Tasya?”
“Iya ya, benar apa yang kau katakan Maureen. Bukannya waktu itu ada yang ga setuju ya, sampai marah-marah dan adu mulut sama gue, ujung-ujungnya nangis sama ngadu ke Matron”
“Iya, terus ya Sya, dulu itu ada yang bilang kalau kita itu aneh dan kaya anak kecil. sekarang kok dia malah minta hadiah sih? Padahal kan katanya dia itu udah gede. Aneh banget deh! kayaknya juga dia yakin bener kita bakal buatin party khusus buat dia” sambung Kaelyn
“Kalian nyindir aku ya?” tanya Nadine sinis
“Woops, ada yang ngerasa tuh. Tapi bagus deh kalau nyadar haha..” ucapku
“Jangan salah kira, ngarep sih engga terlalu. Gue cuma pingin liat doang, anak-anak tingkat 2 bisa nepatin janjinya atau engga. Dan aku pikir mereka itu jujur, dan konsisten. Tapi ternyata aku salah. Mereka hanya pengingkar :/”
“Ya, satu lagi gelar buruk bagi kami yang kau berikan, setelah yang sebelumnya, kekanak-kanakan, aneh dan entah apalagi selanjutnya. Lagipula sepertinya kau tak pantas, lebih baik kami berikan kepada orang lain, Elizabeth mungkin, dia juga berhak selaku runner up” ujar Maureen
“Eh, engga bisa gitu dong!” cetus Nadine
“Kenapa ga bisa?”
“Ya, kan gue yang menang mutlak atas ini, mana bisa di ganti-ganti, engga adil namanya”
“Suka-suka kami dong. Masalah buat lo?”
“Masalah dong!”
“Ohh, jadi ternyata diam-diam kamu mau kan? Sekarang baru kau setuju sama rencana kami”
“Ngga, ngga gitu juga”
“Ahh, udahlah.. bilang aja. Jadi apa artinya kemarin kau nentang-nentang kami, sampe marah-marah segala. Buat masalah aja, persoalan simple malah dibikin ribet, dasar munafik!”
“Iya, emangnya berapa sih nilai elo paling juga beda 0,..-an sama Elizabeth. Sombong amat sih lo”
“Oops, Natasya, Kaelyn, ga usah keroyokan gitu dong. Woles! Emang susah ya ngomong sama orang kaya kalian, diladenin malah engga ada habisnya. Nilai gue? 899 gede kan!! Emang kenapa? Iri?”
“Lah, bukannya nilai kamu 899 juga liz? (eLIZabeth)” cetus Valencia
“Kok bisa sama? Tuh kan, kenapa engga Elizabeth aja yang dibikinin pesta, biar ga nambah panjang nih urusan” ucap Sissy
“Loh, engga bisa gitu dong, gue ga terima di sama-samain sama dia. jelas-jelas gue yang rank. 1 gimana sih?”
“Huhh, suka-suka kami dong.. Kami yang ngerancang dan merencanakan semua ini. Kenapa jadi loe yang repot sih? Lagian kan loe sendiri yang bilang ga setuju dan nolak semua ini. Kau juga pasti tak akan sudi kan gabung dengan anak kecil seperti kami?”
“Aku cuma menuntut keadilan. Menagih janji dari wakil ketua kita, Cindy”
“Sudah..sudah jangan mulai lagi deh! nanti timbul masalah lagi. ok, kita berlaku fair aja. Nadine sebagai pemegang peringkat tertinggi maka dia lah yang berhak atas ini semua. Ayolah teman-teman bagaimana pun kan dia juga masih bagian dari kita” Audrey menengahi
Tetap, ujung-ujungnya yang dibuatin pesta masih Nadine tulah.. Tapi yaudahlah, benar kata Audrey, kita harus berlaku adil, Fair.. Kami menangguk dan menyetujui itu, karena tak tau lagi harus berbuat apa.
Seutas senyum puas menghiasi wajah Nadine. Merasa menang? Ya kurasa itu yang ia rasakan sekarang.
“Ok, jadi ini kesepakatan kelas ya. Kita akan mengadakan pesta untuk Nadine. Ga apa-apa kan Elizabeth?”
“Iya, ga masalah kok” jawab Elizabeth
“Oke, sudah di tetapkan”
Hmm, tak disangka akan begini jadinya, namun mereka masih harus menunggu Summer break berakhir, baru deh semua bisa terlaksana. Kira-kira bagaimana kelanjutannya?

To be continued..

Should I Believe? #Mer n' Rin

Mer: Masa sih si A (cwo) sm si B (cwe) jadian?
Rin: Emg tau dari mana?
Mer: Itu loh, temen si A (Z) tweet gini, "Longlast y A sm B, PJ jgn lupa"
Rin: B mn, tmenny?
Mer: Temen kita soalnya Z kenal
Rin: Temenny dk, soalny ad jg tmenny yg nmny sm kayak B
Mer: Dktw lah
Rin: Should I Believe??

Kacau, ya itu yang kurasakan. Entahlah yang mana yang harus aku percaya. Kepercayaan itu datangnya dari hati, orang bilang hati kecil itu ga akan pernah bohong. Masalahnya adalah, aku ga tau apa yang ia bilang :| Ywd, dari pada ambil pusing, jalani aja sedang berjalan sebagaimana mestinya.. Setiap orang punya pilihan dan berhak untuk memilih yang mana saja, termasuk dalam hal kepercayaan. Lambat laun, fakta juga akan muncul dengan sendirinya.. :) Believe your self..
Dan satulagi, kenapa aku masih harus perduli? Apa untungnya aku perduli? Perasaan itu aneh dan sulit untuk dimengerti, tapi tanpanya, kita tak bisa merasakan apapun. Hidup ini sengaja di buat berliku-liku, karena pasti ga akan seru kalo cuma lurus doang. Ya kan?