Sabtu, 31 Agustus 2013

First Rabbit - JKT48

Suatu hari di dalam hutan di temukan
Lubang yang berlanjut terus entah kemana
Di depan kegelapan teman di sekitarku
Hanya terdiam mengintip tanpa bergerak

Entah mengapa dada ini bergetar
Ku kan menjadi yang pertama berlari

Aku tidak takut pada luka dan sakit
Apa yang terjadi ku takkan gentar
Pergi untuk mencari impian milikku
Ayo jadi kelinci yang pertama

Dari pada bicara sok tau tentang
Hal yang asing bagimu ayo mandi lumpur
Di malam sendirian, bintang kan jadi teman
Tinggalkanlah jejak langkah diri sendiri

Walaupun jadi sekhawatir apapun
Ku berlari lebih dari siapapun

Setiap terluka jadi makin dewasa
Air mata mengalir dada trasa sakit
Meski begitu, ku tetap takkan menyerah
Ayo jadi kelinci yang pertama

Siapapun pastilah dapat merasakan
Bahwa dirinya hidup saat darahnya mengalir
Jangan sia-siakan nyawamu

Aku tidak takut pada luka dan sakit
Apa yang terjadi kutakkan gentar
Pergi untuk mencari impian milikku
Meskipun ada yang menghalangi untuk sampai ke tujuan
Stiap terluka jadi makin dewasa
Air mata mengalir, dada trasa sakit
Meski begitu ku tetap takkan menyerah
Ayo jadi kelinci yang pertama

Chapter 60 - LoLieST

HOME! PART 2

Ok, beres sudah, cakenya udah jadi. Pasti kalian udah ga sabar kan nungguin.. ya iyalah secara udah 2 tahun, (kelamaannn… :/) Eh maksudnya 2 jam hehe..
“Mom, cepet-cepet”
“Tasyaa, semangat sih boleh tapi jangan dorong-dorong dong! Ntar kalo nih jatuh gimana?”
“Hehe..”
Sesampainya di meja makan..
“Mom..”
“Ya..”
“Ini enak banget.. ciyuss dah (<= Tasya jadi alay)”
“Masa sih”
“Iya, serius”
“Iya atau iya” (<= Eh, mom-nya pula ikut-ikutan hihi :p)
“Hihh,, mommy. Tapi serius, enak. udah lama nih ga nyicipin, hmm, kalo gitu buat Tasya semua ya mom”
“Huh, jadi begitu.. mommy-nya engga di bagi lagi. yaudah deh, mommy ngambek nih”
“Hahaha.. ngambek aja kalo mau ngambek weekk :p”
“Hahaha.. Haaahh, ga nyangka anak mom bisa berubah jadi begini ya”
“Maksudnya berubah gimana mom? Perasaan aku tetep Tasya yang dulu kok. Ya, palingan nambah tinggi sama berat doang hehe”
“Yang terakhir mom inget 2 tahun lalu itu, Tasya itu anak yang bandel, keras kepala, susah diatur, terus tomboy banget, sampe-sampe dulu itu mom harus meluangkan waktu untuk menghadiri panggilan dari sekolah mengenai sikapmu yang buruk, kau sering kali hampir di DO karenanya. Tak jarang juga, mom harus mengeluarkan banyak biaya untuk pengobatan teman yang jadi korbanmu. Ya kan? Terus juga, pas hari pertama kamu di ajak ke St. Theresa, kamu juga berontak, marah-marah sampai matronnya dibentak-bentak tuh ingat ga? Nah, sekarang apa yang di depan mom nih orang yang sama?”
“C’mmon mom. Jangan diingat-ingat lagi dong. Lagipula itu hanya masa lalu.. MASA LALU dan engga setiap orang punya masa lalu yang indah kan?”
“Iya, sekarang perubahan itu sudah terasa, cara bicara dan sikapmu. Ya kira-kira sudah berubah 100o
“Ini semua pasti karena St. Theresa. Asrama itu banyak memberikan pengajaran, bukan hanya pelajaran teori, praktek dan ilmu yang berguna untuk masa depan, tapi lebih..lebih. ia mengajarkan nilai kehidupan, bagaimana berorganisasi, bagaimana caranya hidup di tengah masyarakat, dan yang terpenting bagaimana caranya untuk saling berbagi. St Theresa juga membuka mataku, dan membuatku memandang lebih luas, membuatku melihat kenyataan kalau ternyata di dunia ini bukan milikku sendiri, masih banyak orang lain dan aku membutuhkan mereka. Disana aku juga menemukan sahabat-sahabat yang selalu ada untuk aku dan siap menyupport setiap langkahku. Disiplin sih ada, tapi disana juga ngga jarang kami ngadain event, party.. gitu-gitu deh. pada intinya St, Theresa itu menyenangkan..”
“Wah, benarkah begitu. Nampaknya iya, soalnya semangat banget ceritanya. Syukurlah kalo begitu”
“Wah, bukan bener lagi, bener banget malah.. Ini kan juga berkat mom, makasih ya”
“Iya. Urwell. Mom seneng kalau kamu seneng”
“Tapi ya mom, biarpun St. Theresa itu menyenangkan, tetapi tetep aja ada yang nyebelin, suka mancing emosi, bikin mood jelek, pokoknya dia itu trouble maker deh”
“Siapa lagi itu? Musuhmu? Aduh, jangan mulai lagi dong. Mom ga mau kamu kayak dulu lagi”
“Bukan musuh aku aja, tapi seluruh anak tingkat 2. Hobinya itu, marah-marah mulu, kalau ada kesepakatan kelas, pasti dia yang selalu nentang. Namanya Nadine. Nadine Anastasya”
“Udahlah, orang kayak gitu ga usah di tanggapin. Diemin aja, nanti juga bosen sendiri orangnya”
“Kami itu selalu sabar mom, tapi dasaran aja tuh anak ngga bisa di baikin. Kalo udah di baikin, pasti deh dia jadi besar kepala, ngelunjak, ngerasa dia doang yang paling benar, dan omongan itu lho semakin lama semakin menjadi-jadi, makin nusuk aja. Jadi deh, terpaksa Tasya yang diminta untuk ngadepin dia, ya karena cuma aku doang yang bisa. Nah, pas giliran udah kena, ga punya kata-kata lagi, pergi deh dia.. kayak waktu di tingkat 1 Tasya sampe emosi banget ngadepin dia, terus deh ga sengaja nampar dia kenceng banget, tuh tangan tasya sampe jeplak, detail2nya juga, warna merah, langsung deh dia nangis-nangis, ngadu sama matron, jadinya kena sanksi sama teguran. Hiih, males banget deh pokoknya sekelas sama dia” jelasku panjang lebar (kali tinggi. *ups salah)
“Aduh, ampun deh, udah ya Tasya cukup. Anak orang loh itu, kasian kan. Kalau dia nekad terus kamu diapa-apain gimana? Kan siapa tau. Semua masalah itu pasti ada jalan keluarnya dan dapat di selesaikan baik-baik”
“Ahh, mommy dia aja takut sama aku, awal-awalnya aja sok berani, akhirnya mati (ga bisa berkutik) juga sama aku. ya, kalau dia bisa di baik-baikin sih ga apa-apa nah orang kek begitu, dibaikin, adanya malah dia nganggep kita pengecut, lagian Tasya itu belain temen-temen dan lebih sayang sama mereka daripada sama trouble maker itu”
“Yaudah,, yaudah, ganti topik ya. Hmm, Btw gimana nih disana? Udah punya pacar ya? Kok kayaknya engga pernah cerita mengenai cowo yang lagi deket sama kamu”
Oouch.. Ini nih yang engga di pinginnin, ujung-ujungnya mom nanya soal pacar. PACAR. Gimana nih? Ngaku..engga..ngaku..engga? Tunggu jawabannya yaa

To be continued..

Senin, 26 Agustus 2013

Which One U R?

Ada sebuah POHON yang tua.
Bila HUJAN turun, beberapa helai daun tumbuh.
Saat MUSIM GUGUR datang,
ANGIN menerbangkan semua DAUN-nya.
Jika diberi pilihan, maka kalian ingin menjadi?
a. Musim gugur
b. Angin
c. Daun
d. Pohon
e. Hujan

PS: Jangan asal jawab, karena setiap pilihan memiliki arti.


Setelah menentukan, silahkan melihat makna dari setiap pilihan dibawah ini:
Musim gugur: Kamu selalu mencintai 2 orang dalam satu masa.
Angin: Kamu adalah orang ke-3 dalam cinta segitiga.
Daun: Kamu adalah playboy atau playgirl.
Pohon: Kamu begitu setia pada pasanganmu.
Hujan: Kamu mau mencari orang yang benar-benar cinta dan perduli sama kamu.
(NB: diambil dari buku filosofi berbahasa malaysia)
80% jawaban yang dipilih adalah cerminan dirimu yang sebenarnya

Hayoo, tadinya pilih yang mana? Jujur loh yaa..
Kalo admin sih, tadinya pilih hujan :)

Chapter 59 - LoLieST

HOME!

Yeah, it’s time for holiday!! Summer, I’m coming!! :) Saatnya kembali ke rumah, walaupun nantinya pasti bakalan kangen sama St. Theresa. Ayolah, hanya 1 bulan, tak kan lama..
“Mommy, I’m back” pekik-ku saat sampai di depan rumah. Ahh, selain St. Theresa ternyata aku juga kangen dengan rumah ini, dan yang ada di dalam, tentunya..
“Iya tunggu sebentar” terdengar suara Mom dari dalam rumah.
“Ohh, honey kau sudah kembali. I miss u so much” mom langsung merangkul dan memelukku.
“Yeah, mom miss u too” ucapku seraya mempererat pelukan itu.
“oh, iya Btw, dimana Dad? Sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya”sambungku
“Dad.. Mm,, daddy..” Mom seperti ragu menjawab pertanyaanku.
“Pasti mom bakal bilang dad lagi sibuk, dan dia tak bisa menemuiku blaa.. blaaa.. blaahh” gumamku
“Dad masih di kantor, banyak pekerjaan yang menumpuk katanya” Mom melanjutkan perkataannya.
“Dad masih bekerja, bahkan di hari libur seperti ini? Huh, apa-apaan itu. Bahkan, mungkin Dad tak tau hari ini aku pulang. Dad memang jahat”
“Woops, kok bilang gitu sih? Tentu saja itu tak benar. Daddy tau kok, bahkan dia titip salam untukmu”
“Lalu kenapa? Kenapa dia tak bisa meninggalkan pekerjaannya sekali saja, untuk bertemu denganku? Berkumpul bersama. Bahkan sekalipun ini hari libur”
“Sudahlah, jangan rusak mood-mu. Kau tau-kan Dad itu orang yang bagaimana?”
“Cuek, tidak perhatian, masa bodoh sama keluarga dan tidak bertanggung jawab?” (Kek ga ada dosa si Tasya bilang begitu :|)
“Bukan, dia itu konsisten dengan pekerjaannya. Dia melakukan ini juga untukmu, untuk keluarga kita. Maklumi ya, Hmm sekarang mendingan bantuin Mom masak yuk. Mom lagi bikin Strawberry Cheese Cake tuh di dapur”
“Hmm, mom tau saja cara membujukku.. hehe..”
Lalu Mom merangkulku menuju dapur. Sedikit bercerita, canda tawa. Kami terlihat begitu akrab sebagai ibu dan anak. Padahal, sebelum masuk St. Theresa tak seperti ini suasananya.
Beberapa saat kemudian, baru aku menyadari kalau kami hanya berdua di dalam rumah sebesar ini. Dad, ya Dad. Selalu dan selalu saja sibuk. Katanya sih, itu sih hanya katanya Mom. “Aku tau, kau mengatakan itu hanya untuk menyenangkanku. Aku tau kau berbohong tentang Dad, Mom” gumamku.
Tak terlintas di pikiranku, sebenarnya apa yang dilakukan Dad sehingga membuatnya begitu sibuk dan tak ada waktu. Saat aku masih di St. Theresa, itu berarti hanya Mom sendiri di rumah ini, melakukan semuanya sendiri. Huh, kasihan Mom.. Tapi mau gimana lagi?
“Mom, itukah kue-nya yang ada di oven, belum matang ya?” tanyaku yang sudah tak sabar
“Iya, sebentar lagi. kau nampaknya sudah tak sabar, benarkah itu?”
“Tentu saja Mom. Sudah lama tak kucicipi cake seperti ini”
“No kidding, kenapa harus menunggu lama? Bukankah kau dapat membelinya di bakery dekat asrama?”
“Tidak diizinkan. Ya mungkin diizinkan tapi hanya sekali-sekali, itupun harus bareng temen, ga boleh sendiri -_-”
“Hmm, atau mungkin Matron tidak memberi izin karena takut kalian menjadi gemuk”
“Ya, mungkin ia takut tersaingi hahaha.. Tapi beli cake ini di luaran sama buatan Mommy rasanya beda”
“Lho, emangnya kenapa?”
“Iyalah, soalnya kan Mom bikinnya pake cinta”
“Ihh, anak mom yang satu ini udah bisa ya bilang begitu, bukannya dulu nih anak mom yang ini paling keras kepala?”
“Hehehe..”
“Hmm, kalau begitu kayaknya mom harus buat yang banyak untuk di bawa ke St. Theresa nanti”
“Sounds great mom. Kalau bisa di buatin stok cake buat 1 tahun ya”
“Waduh, berarti mom harus kerja keras nih hahaha..”

“Hahaha.. ahh, Mom” kembali ku peluk Mommyku. Pelukan hangat yang seolah membuat semua masalahku hilang lenyap. Begitulah keakraban kami, di dapur sambil menunggu kue matang. Ahh, Love my mom.

To be continued..

Sabtu, 24 Agustus 2013

Lebih Pintar Kucing atau Anjing?

Lebih pintar mana sih? Anjing atau kucing? Itu adalah pertanyaan klasik yang banyak di pertanyakan oleh orang yang ingin punya peliharaan tetapi belum jelas mau pelihara binatang yang apa. Dan memang 2 binatang ini adalah yang paling banyak menarik minat manusia untuk memeliharanya. Iya apa iya?
Banyak hal yang membuat kedua binatang ini menjadi pilihan utama, diantaranya adalah karena mereka merupakan salah satu binatang tercerdas yang ada di bumi. Lalu, sebenarnya lebih cerdas anjing atau kucing sih?
Berikut beberapa aspek perbandingan antara kucing dan anjing yang mudah-mudahan bisa membantu kalian untuk membedakannya. Let's check:

Kemampuan Fisik
Salah satu memilih kucing adalah karena mereka merupakan pemburu tikus dan serangga yang sangat handal. Dan salah satu alasan memelihara anjing adalah karena mereka kuat dan cepat, sehingga mampu melindungi manusia. So, keduanya memiliki kemampuan yang berbeda tetapi sama-sama dibutuhkan manusia. Bisa dibilang keduanya seri dalam kategori ini.

Kemampuan Sosial
Anjing paham kalau menggonggong di depan pintu, maka akan ada manusia yang membukakannya pintu sehingga dia dapat keluar. Sementara kucing lebih senang "melarikan diri" Jadi, dalam kategori ini, anjing menang karena mampu bersosialisasi dengan manusia.

Kemampuan Bertahan Hidup
Kucing bisa membersihkan badannya sendiri, mencari makan sendiri, tidak perlu diajak jalan-jalan keluar rumah oleh majikannya karena dia bisa melakukannya sendiri. Dan kucing juga terlatih menggunakan kamar mandi. Sedangkan anjing perlu dimandikan diajak jalan-jalan dan diajak keluar rumah jika akan buang kotoran. Jadi, dalam kategori ini, kucing yang menang.

Kemampuan Mendengarkan Perintah
Yang paling mudah adalah anjing. Anjing akan segera mendekat ketika namanya dipanggil oleh majikkannya karena mereka tahu akan diberi makanan. Sedangkan kucing belum tentu mendekat. Nah bukan berarti kucing tak paham perintah. Dia tetap paham, tetapi meresponnya dengan caranya sendiri. Kucing tahu saat namanya dipanggil, tetapi seringnya dia hanya merespon dengan menoleh saja, tidak langsung mendekat. Alhasil, dalam kategori ini, kucing dan anjing dinilai seri atau seimbang.

Kemampuan Memilih Mainan
Kucing itu binatang yang suka pilih-pilih mainan. Dia belum tentu suka dengan mainan yang mahal. Sedangkan anjing, dia akan menerima mainan apapun yang kalian berikan.

Nah, sekarang balik-balik lagi, menurut kalian cerdasan yang mana?

Chapter 58 - LoLieST

THE RESULT PART 4

“Mana janji kalian? Katanya kalian mau membuatkan pesta untuk yang memegang peringkat pertama. Mana..mana?” tanya Nadine
Apa anak-anak tingkat 2 benar-benar akan menghamburkan uang, waktu dan tenaga mereka untuk membuatkan pesta khusus yang akan di persembahkan untuk Nadine. Sesuatu yang mustahil, tapi tak terlalu mustahil juga sih. Semua masih mungkin terjadi. Ok, simak saja kelanjutannya.
“Hmm..” sekarang semua anak tingkat 2 menjadi termenung. Semua ragu dan tak satupun dari mereka yang berani menjawab. Soal biaya, tempat dan waktu sebenarnya tak jadi masalah. Ya tak jadi masalah kalau diadakan untuk siswi lain. Asal bukan Nadine. Sebagaimana kita tau relasi antara Nadine dan murid-murid yang lain tak bisa dikatakan baik. Tentu, nantinya akan ribet dan ada-ada aja masalahnya, percaya ga? Ok, buktikan..
“Mana..mana? Bukankah anak-anak tingkat 2 itu orang-orang yang jujur? Jadi, ga mungkin kan mereka bohong? Mana Award yang kalian janjikan? Ataukah kalian lupa siapa yang berhak atas itu? Nih, ya akau kasih tau, aku orangnya. Nadine Anastasya, si pemegang rank pertama. Murid paling pintar”
“Heii, tunggu bukankah waktu itu ada yang menentang rencana kita ya? Seperti ga setuju gitu. Atau aku saja yang salah dengar? Bagaimana menurutmu, Tasya?”
“Iya ya, benar apa yang kau katakan Maureen. Bukannya waktu itu ada yang ga setuju ya, sampai marah-marah dan adu mulut sama gue, ujung-ujungnya nangis sama ngadu ke Matron”
“Iya, terus ya Sya, dulu itu ada yang bilang kalau kita itu aneh dan kaya anak kecil. sekarang kok dia malah minta hadiah sih? Padahal kan katanya dia itu udah gede. Aneh banget deh! kayaknya juga dia yakin bener kita bakal buatin party khusus buat dia” sambung Kaelyn
“Kalian nyindir aku ya?” tanya Nadine sinis
“Woops, ada yang ngerasa tuh. Tapi bagus deh kalau nyadar haha..” ucapku
“Jangan salah kira, ngarep sih engga terlalu. Gue cuma pingin liat doang, anak-anak tingkat 2 bisa nepatin janjinya atau engga. Dan aku pikir mereka itu jujur, dan konsisten. Tapi ternyata aku salah. Mereka hanya pengingkar :/”
“Ya, satu lagi gelar buruk bagi kami yang kau berikan, setelah yang sebelumnya, kekanak-kanakan, aneh dan entah apalagi selanjutnya. Lagipula sepertinya kau tak pantas, lebih baik kami berikan kepada orang lain, Elizabeth mungkin, dia juga berhak selaku runner up” ujar Maureen
“Eh, engga bisa gitu dong!” cetus Nadine
“Kenapa ga bisa?”
“Ya, kan gue yang menang mutlak atas ini, mana bisa di ganti-ganti, engga adil namanya”
“Suka-suka kami dong. Masalah buat lo?”
“Masalah dong!”
“Ohh, jadi ternyata diam-diam kamu mau kan? Sekarang baru kau setuju sama rencana kami”
“Ngga, ngga gitu juga”
“Ahh, udahlah.. bilang aja. Jadi apa artinya kemarin kau nentang-nentang kami, sampe marah-marah segala. Buat masalah aja, persoalan simple malah dibikin ribet, dasar munafik!”
“Iya, emangnya berapa sih nilai elo paling juga beda 0,..-an sama Elizabeth. Sombong amat sih lo”
“Oops, Natasya, Kaelyn, ga usah keroyokan gitu dong. Woles! Emang susah ya ngomong sama orang kaya kalian, diladenin malah engga ada habisnya. Nilai gue? 899 gede kan!! Emang kenapa? Iri?”
“Lah, bukannya nilai kamu 899 juga liz? (eLIZabeth)” cetus Valencia
“Kok bisa sama? Tuh kan, kenapa engga Elizabeth aja yang dibikinin pesta, biar ga nambah panjang nih urusan” ucap Sissy
“Loh, engga bisa gitu dong, gue ga terima di sama-samain sama dia. jelas-jelas gue yang rank. 1 gimana sih?”
“Huhh, suka-suka kami dong.. Kami yang ngerancang dan merencanakan semua ini. Kenapa jadi loe yang repot sih? Lagian kan loe sendiri yang bilang ga setuju dan nolak semua ini. Kau juga pasti tak akan sudi kan gabung dengan anak kecil seperti kami?”
“Aku cuma menuntut keadilan. Menagih janji dari wakil ketua kita, Cindy”
“Sudah..sudah jangan mulai lagi deh! nanti timbul masalah lagi. ok, kita berlaku fair aja. Nadine sebagai pemegang peringkat tertinggi maka dia lah yang berhak atas ini semua. Ayolah teman-teman bagaimana pun kan dia juga masih bagian dari kita” Audrey menengahi
Tetap, ujung-ujungnya yang dibuatin pesta masih Nadine tulah.. Tapi yaudahlah, benar kata Audrey, kita harus berlaku adil, Fair.. Kami menangguk dan menyetujui itu, karena tak tau lagi harus berbuat apa.
Seutas senyum puas menghiasi wajah Nadine. Merasa menang? Ya kurasa itu yang ia rasakan sekarang.
“Ok, jadi ini kesepakatan kelas ya. Kita akan mengadakan pesta untuk Nadine. Ga apa-apa kan Elizabeth?”
“Iya, ga masalah kok” jawab Elizabeth
“Oke, sudah di tetapkan”
Hmm, tak disangka akan begini jadinya, namun mereka masih harus menunggu Summer break berakhir, baru deh semua bisa terlaksana. Kira-kira bagaimana kelanjutannya?

To be continued..

Should I Believe? #Mer n' Rin

Mer: Masa sih si A (cwo) sm si B (cwe) jadian?
Rin: Emg tau dari mana?
Mer: Itu loh, temen si A (Z) tweet gini, "Longlast y A sm B, PJ jgn lupa"
Rin: B mn, tmenny?
Mer: Temen kita soalnya Z kenal
Rin: Temenny dk, soalny ad jg tmenny yg nmny sm kayak B
Mer: Dktw lah
Rin: Should I Believe??

Kacau, ya itu yang kurasakan. Entahlah yang mana yang harus aku percaya. Kepercayaan itu datangnya dari hati, orang bilang hati kecil itu ga akan pernah bohong. Masalahnya adalah, aku ga tau apa yang ia bilang :| Ywd, dari pada ambil pusing, jalani aja sedang berjalan sebagaimana mestinya.. Setiap orang punya pilihan dan berhak untuk memilih yang mana saja, termasuk dalam hal kepercayaan. Lambat laun, fakta juga akan muncul dengan sendirinya.. :) Believe your self..
Dan satulagi, kenapa aku masih harus perduli? Apa untungnya aku perduli? Perasaan itu aneh dan sulit untuk dimengerti, tapi tanpanya, kita tak bisa merasakan apapun. Hidup ini sengaja di buat berliku-liku, karena pasti ga akan seru kalo cuma lurus doang. Ya kan?

Jumat, 23 Agustus 2013

Unique Fact About Japan


Jepang. Negeri Sakura yang terletak di Asia Timur tepatnya di ujung barat Samudra Pasifik ini, memang terkenal, mulai dari anime-nya, sushi-nya atau kebudayaan lain yang sudah di kenal di dunia. Selain terkenal ternyata Jepang masih menyimpan banyak sekali keunikan diantaranya:
  1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara.
  2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhir
  3. an “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).
  4. Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu).
  5. Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).
  6. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/ cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.
  7. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang: ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.
  8. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak.
  9. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.
  10. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.
  11. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”.... dengan jari tangannya ? Kalau di perhatiin, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Kalo nggak percaya, coba deh… jikken dengan teman Jepang anda.
  12. Sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.
  13. Kalo naik eskalator di Tokyo, kita harus berdiri di sebelah kiri, karena sebelah kanan adalah untuk orang yang terburu-buru. Jangan sekali-kali berdiri di kanan kalo kita ga langsung naik.
  14. Pacaran di Jepang sungguh hemat, traktir2an bukan budaya pacaran Jepang. Jadi selama belum jadi suami-istri, siapin duit buat bayar sendiri-sendiri.
  15. Nganter jemput pacar juga bukan budaya orang Jepang. Kalo mau ketemuan, ya ketemuan di stasiun.
  16. Jangan pernah sekali-kali bilang ke orang jepang : “Gue maen ke rumah lu ya”. Karena itu dianggap ga sopan. Ke rumahnya cuma kalo udah diijinin.
  17. “Aishiteru” yang berarti aku cinta kamu, jarang dipake sama orang pacaran, kecuali kalo mereka bener-bener udah mau nikah. Biasanya mereka make “Daisuke desu” buat ngungkapin kalo mereka sayang sama pacarnya.
  18. Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu ngecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalo ada orang bawa payung, pasti kita bakal liat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas kita akan melihat lautan payung yang berwarna-warni.
  19. Bunga sakura adalah bunga yang spesial di Jepang, karena bunganya hanya tumbuh 2 minggu selama setahun. Ketika tumbuh, bunganya memenuhi seluruh pohon, tanpa daun. Setelah 2 minggu, ga ada satupun bunga sakura, yang ada hanyalah daun-daun hijau, tanpa bunga, dan jadi ga menarik lagi.
  20. Di Indonesia, kita bakal dapet duit kalo kita ngejual barang bekas kita ke toko jual-beli. Tapi di Jepang, kita malah harus bayar kalo mau naro barang kita di toko jual-beli. Itulah sebabnya kenapa orang Jepang lebih milih ninggalin TV bekas mereka gitu aja kalo mo pindah apartemen.
  21. Di perempatan jalan Kyoto, perempatan jalan yang kecil, ga ada mobil sama sekali, tapi ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, ngerokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal ga ada mobil yang lewat satupun. Mungkin kalo mereka ngelanggar peraturan juga ga akan celaka.
  22. Mereka ga percaya Tuhan (mayoritas atheis), tapi mereka bisa disiplin dan taat sama peraturan. Mungkin karena itu negara mereka maju.

Rabu, 21 Agustus 2013

Akhir Sebuah Penantian

Aku hidup bukan untuk menunggu cintamu.
Sulit ku terima semua keputusan itu.
Yang kini hilang tersapu angin senja.
Masih sulit pula untuk ku lupakan.
Suram dan seram jika ku ingat kembali.
Mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu,
agar abadi oleh sang waktu.

Pagi ini cerah, hangat mentari yang bersinar dan sejuk embun di pagi itu membuat semangat untuk menuntut ilmu makin bertambah. Ku percepat langkahku. Seusai sekolah, ada ekstrakulikuler seni tari dan aku pun mengikutinya. Masih belum beranjak dari tempat duduk ku. Dari arah belakang terdengar suara yang memanggilku.
“Idaaa, tunggu !”

Aku pun melihat ke belakang “Kamu Raff, ada apa kok sampai tergesa-gesa ?” tanyaku penasaran.

“Emmm, ada yang mau kenalan sama kamu !”

“Tapi Raff, udah mau masuk kelas seni tarinya”

“Ya telat dikit kan gakpapa”.

Aku tidak menjawabnya. Aku bergegas pergi menuju kelas seni tari. Aku simpan kata-kata Raffi tapi aku tidak memikirkannya disaat aku sedang mengikuti seni tari.
***

Hari ini aku sengaja berangkat pagi, aku ingin menikmati udara pagi, walaupun jarak antara rumah dan sekolah dekat. Sewaktu istirahat aku kembali ingat dengan kata-kata Raffi kemarin siang. Siapa dia? Anak mana? Namanya siapa? Berbagai pertanyaan mulai bermunculan di benakku. Hingga aku tak sadar jika aku sedang melamunkannya.

“Heyhey, mikirin siapa sih kamu?” Tanya Ega yang membuyarkan lamunanku.

“Ha? Aku gak mikirin apa-apa tuh!”

“Kok ngelamun sih? Haaa, masih keinget ya sama kata-kata Raffi kemaren?”

“Ehh, apaan sih, mentang-mentang pacar Raffi trus kalian ngejek gitu, ahh gak asyiik”

“Yaya, Cuma bercanda kok”

Tiba-tiba Raffi datang menemuiku. Entah apa lagi yang akan ia sampaikan kembali. Aku sendiri tidak berharap jika kata-kata itu lagi yang akan ia sampaikan.

“Daa, ikut yuk, dia mau ketemu kamu, tuh udah ditunggu di kantin” ajak Raffi.

“Ahh, engga ahh, biarin aja dia samperin”

“Kok gitu? Ya udah deh, ini kesempatan loh, kok malah kamu sia-siain” Ucapan Raffi didengar oleh Layla, yang juga saudara Raffi.

“Ehh, ada apaan nih, keliatannya seru! Ada apa sih Raff, kok gak bilang-bilang?”

“Gak ada apa-apa, udah nanti aku ceritain”

Bel masuk kelas pun berbunyi, aku segera masuk kelas. Dan aku mengikuti pelajaran yang berlangsung hingga usai. Pulang sekolah biasanya aku jalan sendiri, jarak rumah deket.

“Ciiye Idaa” goda Layla

“Ada apa sih?” tanyaku penasaran.

“Tuh, orang yang di depan gerbang pake tas item ada corak biru, itu orang yang mau ketemu kamu.”

“Ha? Siapa dia? Namanya siapa?”

“Dia Tyo, anaknya pendiem banget, dia sahabat karib Raffi sama Adi”

Tanpa kata-kata apapun aku bergegas pulang, dalam perjalananku aku memfikirkan semua hal yang Layla beritahu tadi. Yah, Tyo, aku masih tidak menyangka kenapa dia mau bertemu, kenapa harus lewat temennya? Ah mungkin dia malu. Ya udahlah.
***

Hari ini mulai muncul kabar buruk, banyak yang menyangka bahwa aku ini adalah pacar Tyo, padahal bukan sama sekali. Aku kenal sama dia aja baru kemarin. Di sela-sela pelajaran aku gunakan untuk menuliskan sebuah kata-kata. Sepertinya aku memang benar-benar jatuh hati pada Tyo, “ahhh, kenal langsung aja belum kayaknya mustahil deh” kata itu selalu muncul di benakku.

Saat jam istirahat, aku selalu melewati kelasnya. Aku selalu melihat tingkah lakunya, yang terkadang membuatku tersenyum-senyum sendiri. Oh mungkin inikah cinta? Aku pernah merasakannya tetapi aku tak ingin merasakannya lagi untuk saat ini.

Setelah kita kenal begitu lama, aku mengenal dia dengan ramah, dengan baik, walaupun diantara kita tak pernah ada satu perkataan. Tiba-tiba semua perasaanku menjelma, berubah entahlah seperti apa isi otakku. Aku menyukainya, aku menyayanginya. Aku yakin dia pun begitu, tapi aku tidak pernah pecaya itu, aku tidak pernah percaya bila ia menyukaiku juga, aku hanya berharap begitu banyak padanya.

Hari ini ekstra pramuka sebenarnya, aku sama Tyo mau bicara tapi dia tetap tidak mau. Dia tetap tak membuka kesempatan untuk perasaan kita. Tapi aku masih yakin bila dia benar-benar mencintaiku. Sore itu aku hanya pulang dengan semua mimpi ku yang telah pupus. Aku tak membawa secuil harapan lagi untuk rasaku ini.
***

Malam ini aku tulis surat untuk nya. Aku harap ada sedikit respon darinya. Dan respon itu tidak membuatku patah hati dan patah semangat. Aku tahu Tuhan pasti mengerti disetiap mimpi dan harapanku.

Setelah selesai aku pun tidur. Hari ini aku sengaja bangun pagi, selain aku piket aku juga ingin melihatnya lebih awal, hehe. Aku datang pertama di sekolah, datang pertama juga di kelas, aku langsung piket, bersihkan semuanya. Setelah selesai, aku kasih surat itu langsung ke dia. Aku tak pernah mengira hal buruk apapun akan menimpa kita setelah surat itu kau baca. Tiba-tiba Imma datang mengetuk pintu kelasku. Dia meminta ijin dahulu, lalu memanggilku untuk menemuinya. Aku yang bingung, langsung saja aku menurut.

“Nich surat dari Tyo!” kata Imma sambil memberikan surat dari Tyo.

“Apa ini? Jawaban suratku tadi pagi ya?”

“Iyaa, baca aja, dia bilang dia minta maaf kalo udah nyakitin perasaan kamu, dia gak bermaksud kayak gitu, ya udah baca aja.”

“Iyaa, makasiih udah ngaterin suratnya, aku titip salam buat dia”

Seketika aku menangis, air mata ini sudah tak bisa ku tahan lagi. Tetes demi tetes mulai membasahi wajahku. Lalu ku hapus lagi begitu pun seterusnya. Aku masuk kelas dan aku lanjutkan pelajaran yang sempat tertunda, aku anggap saja ini semua tidak pernah terjadi.

“Ada apa sih, Yuk?” Tanya Ega.

“Di.. dia.. dia udah jawab semuanya” kataku terbata-bata

“Jawab apa? Bukannya diantara kalian itu tak pernah ada apa-apa?”

“Dia gak suka aku Ga, aku sih fine tapi kenapa sih yang nganter harus Imma, dulu pas kamu sama Raffi putus, Imma juga kan yang nganter?”

“Iya ya, kok aku lupa ya? Ya udah deh, kamu yang sabar aja, cowok itu gak Cuma satu kok, gak Cuma dia doang”

“Iyaa Ga, makasiih” jawabku sambil mengusap air mataku

“Iya sama-sama”
***

Sulit menjalani hari tanpanya lagi, walaupun kita hanya sebatas gebetan, tapi ternyata hal itu membuat kita menjadi bersahabat. Berbulan-bulan aku nanti jawabanmu lagi. Tapi ternyata jawaban itulah yang sudah kamu tetapkan. Aku hanya pasrah, aku menangis, bagaimana tidak jika seseorang yang aku sukai ternyata telah membuatku menangis. 

Aku berharap suatu saat nanti Tuhan mempertemukan kita, dan Tuhan izinkan kita bersama. Jika Tuhan tidak mentakdirkan kita bersama biarlah perasaan itu menjadi sebuah kenangan masa SMP kita. 
*THE END*

By: Wardhina Ayu W

Setelah Kepergianmu

Ku selalu mengingatmu, meski ku tahu itu menyakitkan..

Ku buka handphone ku, tak ada lagi kamu yang selalu memenuhi inbox-ku, tak ada lagi ucapan selamat pagi dan selamat tidur untukku. Tak ada lagi canda tawamu yang selalu mengiriku dalam kebahagiaan, tak ada lagi leluconmu yang membuatku tartawa. Tak ada lagi tatapan yang membuat jantungku berdebar dan menyejukkan hati. Tak ada lagi genggaman tanganmu yang selalu membuatku kuat akan setiap masalah yang menghampiriku. Tak ada lagi pelukanmu yang membuatku tentram dan merasa aman dekat denganmu. Kini, sekarang ada sesuatu yang hilang, tak sama seperti dulu.

Aku berharap hari-hariku bisa berjalan dengan mulus seperti biasanya., walau tak ada kamu disampingku. Kini, aku mencoba menjalani semua aktivitasku seperti biasa. Dan aku bisa menjalani itu semua walau hatiku terasa kosong, hampa tanpa ada dirimu yang menemaniku setiap harinya. Tapi, aku harus tetap tegar dengan semua ini. Setelah kepergianmu, aku menyadari betapa aku mencintaimu. Setelah kepergianmu, kamu merampas semua cinta dan kebahagiaan yang kupunya, melarikan ke tempat asing yang justru tak tahu dimana keberadaannya. Siksaanmu begitu besar untukku, dan aku terlalu lemah untuk mendapatkan cobaan ini, aku begitu lemah untuk mendapatkan goresan luka di benakku yang semakin hari semakin bertambah.

Kini ku tersadar, bukan dia yang begitu tulus menyayangiku, tetapi kamulah yang menyayangiku dan mencintaiku dengan tulus tanpa adanya kebohongan. Jujur, aku menyesal setelah kamu benar-benar pergi meninggalkanku disini bersama bayanganmu. Aku menyesal telah membuatmu kecewa, padahal aku tak bermaksud mengecewakanmu. Aku menyesal lebih memilih dia di banding kamu yang jelas-jelas kekasihku. Sudah jelas dia itu playboy dan sudah menyakitiku berulang-ulang kali dengan kebohongannya dan semua janji palsunya, tapi kamu berbeda, kamu begitu menjagaku, menyayangiku, dan aku sia-siakan begitu saja. Mengapa aku sebodoh ini?

Aku tak pernah membalas semua kebaikanmu padaku, dan aku tak pernah menyayangimu seperti kamu yang selalu menyayangiku. Bahkan aku selalu melampiaskan semua amarahku padamu, dan anehnya kamu yang meminta maaf padaku. Seringkali aku membohongimu seringkali aku berkencan bersama dia tanpa sepengetahuan kamu, dan itu berarti aku sedang bermain di belakangmu. Setiap kamu ingin bertemu denganku, aku sering menolak. Tapi mengapa aku tak bisa menolak dia setiap dia ingin bertemu denganku? Bahkan jika kamu mengajaku pulang bersama, aku tak mau dan menolakmu. Aku lebih memilih pulang bersama teman-temanku. Aku sadar itu semua salah, tapi mengapa aku terus mengulangnya kembali? Kamu pernah berkata kalau aku itu egois, aku tak menerima kamu berbicara seperti itu kepadaku, dan aku marah. Aku baru tersadar aku memang egois, benar katamu.

Dia selalu melaksanakan apa kemauanku, tapi aku tak pernah melakukan apa yang kamu mau. Hingga beberapa minggu kemudian kamu menjauhiku, kamu menghilang dari kehidupanku, kamu tak mengirimku kabar sama sekali. Hal itu membuatku marah dan aku berfikir kamu memutuskan ku secara sepihak, tanpa tahu permasalahannya apa. Kemudian, kamu menghubungiku di hari jadianku bersama kamu. Entah mengapa aku menjadi benci padamu, mungkin karena kamu menghilang beberapa minggu ini. Kamu mengajaku kencan di malam minggu ini, tapi aku menolak karena kamu bukan pacarku lagi. Aku berkata kepada kamu, lebih baik kamu pergi dari kehidupanku jangan pernah menghubungiku lagi, cari wanita lain di luar sana yang lebih baik dariku. Tapi nyatanya kamu malah meminta maaf padaku atas kesalahan kemarin telah menjauhiku. Kamu bilang kamu hanya ingin mengetesku. Tapi ini bukan cara yang benar. Aku tak bisa memaafkanmu, aku tak akan memberikanmu kesempatan lagi. Dan itu artinya sekarang kamu dan aku hanya sebatas teman biasa. Padahal sebenarnya aku benci dengan perpisahan ini.

Entah mengapa jika aku mengingat itu semua, beribu-ribu penyesalan selalu menghampiriku. Apakah kamu terluka karena ku?

Kita itu seperti saling menyakiti, seperti saling mendendam tanpa tahu apa permasalahan yang sebenarnya.

Aku menangis sejadi-jadinya di dalam heningnya malam, atas dasar bahwa aku memang benar mencintaimu. Aku merasa kehilangan sosok pahlawanku. Sementara aku selalu melihatmu dekat dengan wanita lain, dan mengapa wanita itu harus temanku sendiri? Kamu tak pernah tahu bahwa aku di sini menangis melihatmu bersamanya, aku cemburu..

Aku marah pada diriku sendiri, mengapa aku sulit untuk melupakanmu? Sedangkan kamu disana dengan mudahnya melupakanku.Tuhan..sungguh ini tak adil bagiku. Ingin rasanya aku hilang ingatan, agar aku tak mengenalimu dan kenangan dulu bisa terhapus di dalam memori otakku. Itulah jalan satu-satunya untuk saat ini. Hari berganti hari, aku terus menjalani hidupku tanpa dirimu. Dan aku merasa semakin hari aku selalu menyesali kesalahanku padamu. Apakah kamu disana sudah mendapatkan pengganti diriku? Aku harap kamu masih mengharapkanku, karena ku disini selalu mengharapkan kehadiranmu dihidupku lagi. Apakah kamu disana selalu memikirkanku?seperti aku yang selalu memikirkanmu. Aku hanya ingin tahu isi hatimu saat ini. Apa kamu tak pernah berpikir tentang isi hatiku saat ini? yang semakin hari semakin mendung karena tak ada lagi yang menyinari hatiku. 

Di dalam mimpiku kamu selalu ada untukku, dan kamu milikku. Tapi ternyata, di dalam kehidupan nyata, kau hanyalah mimpi untukku dan aku sulit menggapaimu kembali. Tak ada hal yang mampu ku perjuangkan selain membiarkanmu pergi dan merelakanmu untuk orang lain yang pantas menapatkanmu. Aku berusaha menikmati kesedihanku, kesakitanku hingga ku terbiasa akan semua hal itu. Aku selalu meneteskan air mata untukmu, padahal setiap butiran air mata yang jatuh itu semakin aku merindukanmu dan sulit untuk melupakanmu. Kini aku merasa jatuh cinta padamu yang bukan milikku lagi.

Tapi aku punya Tuhan, punya keluarga dan sahabat, yang selalu ada untukku. Aku percaya Tuhan..Tuhan pasti sedang menguji kesabaranku saat ini, dan pasti ada jalan keluar di balik ini semua. Mungkin di mataku kamu yang terbaik untukku, tapi belum tentu kata Tuhan kamu yang terbaik untukku. Aku percaya dan yakin bahwa skenario Tuhan adalah yang paling indah.
Selesai
By: Rani Dwi Anggraeni

Selasa, 20 Agustus 2013

Chapter 57 - LoLieST

THE RESULT PART 3

“Audrey congratz.. Ciee, yang rank 3. Wahh, ketua kelas kita pinter banget sihh” pujiku
“Siapa dulu, Audrey gitu loh” sambung Sissy
“Ayolah, kawan-kawan kalian terlalu melebih-lebihkan. Tasya juga pinter tuh rank 4”
“Kalau Audrey itu, pasti karena support dari kak Gio” goda Sissy
“Nah, Tasya pula pasti support dari Chris” sambung Maureen
-___-  <- (ekspresi Natasya dan Audrey)
“Hahaha,, Have 5 Maureen *tos”
****
“My beloved twiin.. Queenie. Selamat yaa!!” ucap Queena
“Iya, congratulation!! Hmm, Na ga taunya kembaran kita yang satu ini pinter juga ya” sambung Queency
“Hahah, makasih kalo di bilang begitu. Ah, kalau seandainya ada peringkat 6 dan 7 kalian pasti juga termasuk”
“Ya kalaupun benar, aku akan sangat berharap hahaha..”
“Iya, Queency semua masih bisa menjadi nyata”
Ditengah-tengah ramainya pembicaraan.
“Hey-hey anak-anak tingkat 2 dengarkan..” perkataan Nadine menyela semua pembicaraan yang sedang ramai berlangsung, semuanya terhenti. Dan semuanya tertuju ke arah depan, tempat ia bicara.
“Tidakkah ada satupun dari kalian yang ingin mengucapkan selamat padaku? Ya, mengingat aku ini murid terpandai di satu semester ini (Terus, gw harus bilang WOW gitu?)” sambungnya
“Lah, kalo begitu terus kenapa? Ngucapin selamat ke elo? Sorry ya, ga niat”
“Hiih, Tasya si rank. 4 ngiri tuh. Pingin kayak aku ya? Uhh, sayangnya ga bisa tuh. Kasian ya!!”
“Hahahaha...” gelak tawa memecahkan suasana hening tadi. Mendengar perkataan Nadine.
“Haha, Eh Nadine, adakah sisi positif yang kira-kira membuat kami iri padamu? Kurasa tidak. Tidak satupun”
“Tentu saja prestasiku, Kaelyn. Aku telah mengalahkan kalian semua dalam prestasi”
“Terus, kami harus bangga, kagum sambil bilang WOW gitu? Ah,,ah. Apa kau juga berfikir kami akan memohon agar kau mau belajar bersama kami? Tolong ya, mimpi jangan ketinggian” timpal Cherry
“Apa kalian berfikir aku mau mengajari dan berbagi ilmu dengan kalian? Kalian itu bodoh, menyangkal dan menolakku. Masih bagus ku beritahu strategi belajarku. Dan sekarang, lihat terbukti efektif kan?”
“Cukup! Ku beritau ya, Nadine yang sok pintar, tak seorangpun ingin berguru padamu. Jadi please ya, jadi orang jangan GR. Baru ginian aja udah sombong, sudah ngerasa di atas angin lo? Hati-hati, nanti ada pesawat yang lewat, ketabrak, jatuh lagi”
“Hahaha, kau juga sama kan Tasya. Kau iri. Dan aku yakin, kau menyesal tidak mengikuti ide dan saranku”
“Tak salah dengar? Menyesal tak mengikuti idemu? Ide untuk belajar non-stop. Dan kau bilang aku menyesal? Nadine..nadine. Sebaliknya, aku justru bersyukur tidak terlibat dalam rencanamu yang dapat membunuh itu”
“Membunuh apanya? Lihat! Aku baik-baik saja. Dasar kamu yang berlebihan”
“Ya, mungkin karena kau sudah kebal. Sedangkan kami? Tolong ya, jangan di samakan. Level kita itu berbeda”
“Ya..ya, terserah kau lah (udah kehabisan kata-kata) Oh, iya bukankah kemarin-kemarin, kalian anak-anak tingkat 2 menjanjikan sebuah pesta untuk.. ”

Wah, dia menanyakan soal itu. Hadiah bagi pemenang dan pemenangnya itu Nadine. Dari sekian banyak siswi, kenapa harus dia? dan, mungkinkah anak tingkat 2 masih berniat mempersembahkan sebuah perayaan atas keberhasilan Nadine?

To be continued..

Minggu, 18 Agustus 2013

Zodiac Elements

Api: Aries, Leo, Sagitarius
Api adalah elemen destruktif (destruction)
Orang dengan elemen api cenderung memiliki emosi yang meledak-ledak.
Jika seorang Aries, Leo atau Sagitarius sedang suntuk, emosi mereka akan tampak jelas di wajah mereka.
Mereka terkadang terkesan melebih-lebihkan sesuatu.
Tanah: Taurus, Virgo, Capricorn
Tanah adalah elemen pendukung (support)
Orang dengan elemen tanah adalah orang yang berperan sebagai pendukung dalam kehidupan.
Biasanya seorang Taurus, Virgo dan Capricorn akan cenderung memberi yang terbaik untuk orang lain.
Selain itu, orang ber-elemen tanah juga seseorang yang berkemauan keras dan berpendirian tetap.

Udara: Gemini, Libra, Aquarius
Udara adalah elemen perubahan (change)
Orang dengan elemen udara cenderung mudah berubah pendiriannya
Gemini, Libra dan Aquarius adalah orang yang bergerak sesuai emosi atau mood-mood-an.
Orang ber-elemen udara akan mengikuti sesuatu yang menurutnya patut diikuti, tetapi mereka adalah tipe orang yang cepat bosan.




Air: Cancer, Scorpio, Pisces
Air adalah elemen kesetiaan (devotion)
Orang dengan elemen air cenderung bersifat menenangkan dan menyembuhkan.
Seorang Cancer, Scorpio dan Pisces biasanya adalah orang yang tertutup dan tidak mudah di tebak.
Terkadang mereka cenderung minta maaf sekalipun tidak ada kesalahan yang mereka lakukan.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Chapter 56 - LoLieST

THE RESULT PART 2

Penentuan..penentuan. suasana semakin memanas saja disana. Seperti terkena larva gunung api yang baru meletus. Binaran dan kilatan terpancar dari masing-masing mata anak-anak tingkat 2, semua mengarah ke Ms. Melody. Seakan ingin berteriak agar hasil lebih cepat dibacakan.
“Menurut perhitungan, peringkat 5 dan 4 diraih oleh.. Queenie dan Natasya. Lalu peringkat 3 dan 2 oleh Audrey dan Elizabeth. Selamat!”
“Wow! Congratz Tasya rank 4. Bolehlah, pasti karena dapat semangat dari prince-nya deh. hehe.. :p ya kan?” goda Maureen
“Iya Ryn. Kamu emang bener” ( <- Udah capek kalo harus ngeladenin pertanyaan Maureen yang roman-romannya bakal panjang. Jadi, di iya-iya-in aja biar diem.. Smart!)
Baru 2 sampai 5, masih ada rank 1, penentu. Gereget menunggu Ms. Melody membacakan hasil yang satu itu.
“Dan, untuk siswi terbaik, peringkat 1, diraih oleh.. Nadine Anastasya. Selamat!”
Ya, Nightmare become true. Sebuah pernyataan yang hampir membuat semua siswi berekspresi seperti ini -> :| Yang paling tak ingin terjadi, malah terjadi.
“What? Nadine rank 1?” seru Valencia yang masih kaget. Sebenarnya bukan dia saja, kami sebagai anak tingkat 2 juga sebenarnya terperangga dan tak menyangka.
“Iya dong. Emang kalau gue rank. 1 masalah buat lo?”
“Wiss.. santai sis”
“Iya Valen. Itulah, dia dapat berhasil karena kerja kerasnya. Kau harus mencontohnya dalam belajar. Nah yang lain gimana? Sudah lihat nilainya? Bagaimana? Puas?”
“Miss..miss. aku mau nanya” ucap Valencia seraya mengangkat tangannya.
“Ya, silahkan Valen”
“Miss, aku peringkat berapa, kayaknya semua nilai pas-pasan nih”
“Hm.. Let me see. Duh, sayang sekali kau berada di peringkat terakhir. Kau harus lebih giat lagi belajar jika tak ingin ketinggalan, Valen”
“Huh, payah. Tapi apa saya harus berada di asrama ini selama seminggu kedepan dan mengulang ujiannya?”
“Tentu saja..” ucap Ms. Melody. Ya tentu itu ucapan yang mematahkan semangat. Namun itu pada awalnya,
“Aahhhhhhh!!”
“Tentu saja tidak Valencia. Semuanya tuntas dan sekali lagi saya ucapkan selamat atas kerja keras kalian. Namun, bukan berarti setelah ini kalian merasa puas dan dapat bersantai. Ingat! Di setiap waktunya, kalian akan melangkah terus ke tahap yang lebih tinggi dan tentu saja akan ada banyak hal baru yang kalian kenal dan pelajari. Dan kalian harus berusaha serta berjuang lebih keras lagi! berjanjilah untuk itu”
“Siap Miss. Kami siap. Kami janji akan berjuang lebih keras” seru sekelas dengan suara lantang dan mantap,
“Good! Ok. Selamat berlibur, sampai jumpa di semester depan dan selamat siang” ucap Ms. Melody seraya pergi meninggalkan kami.
“Nah, Elizabeth masih adakah kecemasan yang tersisa padamu?” tanya Valencia
“Ya, sebenarnya masih ada ketidakpuasan, aku hanya berada di peringkat 2”
“HANYA? Wow. Hebat sekali caramu berkata ‘Hanya’ Sekarang lihat aku. aku ada di peringkat terakhir. Dan tak terlalu kupermasalahkan. Berapa kali lebih beruntungnya kau, Elizabeth?”
“Oh, Valencia. Ku fikir kau ini orang yang terlalu cuek. Pernahkah kau berfikir yang akan di katakan mom dan dad mu? Pernahkan kau memikirkan perasaan mereka? Mungkin saja mereka akan kecewa karenanya. Kalau aku ada di posisimu, ku pastikan aku akan menyesal”
“Kau ini suka melebih-lebihkan ya, Elizabeth. Seperti kau tau mom n’ dad ku saja. Tentu tak seperti yang kau bilang, justru sebaliknya, mereka akan tetap bangga padaku. Dan mengenai penyesalan. Apa gunanya? Semua sudah berlalu bukan? Saat itu tak akan bisa kembali lagi, menyesal dan terus menyesal hanya akan membuatmu merasa sedih dan takut untuk bangkit. Masa lalu itu adalah sejarah yang tak pantas di sesali dan di jadikan pelajaran untuk menjadi lebih baik di masa depan. Bukan begitu?”
“Ternyata kau ini orangnya bijak ya, Valen. Ya benar yang kau katakan, menyesal itu adalah perbuatan sia-sia. Ok, mulai sekarang aku akan belajar bersyukur terhadap apapun yang kumiliki. Dan kurasa kau harus membantuku melakukan itu”
“Ya, memang sudah semestinya begitu. Dan aku juga akan berjanji untuk belajar lebih giat serta mengejar nilai-nilaiku yang tertinggal. Dan ya, mungkin aku juga akan membutuhkan bantuanmu, Elizabeth”
“Hahaha.. ya memang kita harus saling membantu, jadi bisakah sekarang kita mulai membuat perjanjian? Hahaha..”
Itu baru sebagian kecil. baru cerita dari Elizabeth dan Valencia, masih banyak lagi pembicaraan siswi lain mengenai ini. Mungkin mereka senang dengan hasil yang telah di peroleh.

Dan sebuah pesta juga akan terlaksana sebentar lagi. satu yang agak menjadi kendala, mereka harus mempersembahkan ini untuk seorang Nadine. Satu-satunya penentang berlangsungnya pesta itu. Jadi sekarang bagaimana? Akankah rencana itu masih akan terlaksana?

To be continued..

Chapter 55 - LoLieST

THE RESULT

Masa-masa persiapa sudah lewat, ujianpun telah usai di lewati siswi-siswi St. Theresa. Sekarang, tinggalah siswi-siswi St. Theresa dilanda ketegangan, gelisah, perasaan tidak menentu. Tak satupun ingin tinggal walau hanya seminggu untuk mengulang ujian tersebut. Hari ini, hasilnya akan di umumkan dan..
Sementara menunggu, terdengar beberapa percakapan, seperti yang dilakukan oleh Valencia dan Elizabeth ini..
“Valen, Gimana ya kira-kita hasilnya?”
“Yang pasti bakalan di kasih”
“Ya iya sih, tapi maksud gue gimana hasilnya bakal bagus ato engga gitu?”
“Kalo ngga iya, engga. Kalo ngga engga, iya”
“Ya, kalo itu gue juga tau, VALENCIAA..”
“Jadi ngapain tadi loe nanya ELIZABETHH?? --"”
“Sudahlah, susah ngomong sama loe”
“Nah, tu tau, kenapa masih mau ngomong sama gue?”
“... -_- -.-" -,- :|...”
“Lagian apa sih yang loe cemasin? Cuma ujian kayak gini. Kalo engga tuntaspun tinggal remidi 1 minggu doang. Jadi, masalahnya apa?”
“Amit..amit dah, pokoknya ya bakal susah aja kalo harus ngulang, rencana liburan kan pada mundur semua jadinya”
“Hallah, lebay loe. Udahlah, bawa santai aja. Mikirin hal-hal begitu cuma bakal bikin stress doang, kan belum tentu terjadi juga. Lagian kan loe pinter, loe juga yakin kan pas ngerjain ujian nya?”
“Ya iya sih.. Tapi kan..”
“Ok, stop. Bakal panjang kalo di-tapi-in mulu. Nih Miss Melody juga lama bener sih. Huh, bisa-bisa jenggotan gue nunggu disini”
Kira-kira begitulah kecemasan siswi-siswi St. Theresa. Di tambah lagi Ms. Melody yang belum hadir, semua masih gelisah. Kecemasan Elizabeth sih belum Elizabeth sih belum apa-apa di bandingkan dengan Nadine.
Tuh anak dari tadi grasak-grusuk, usap-usap tangan, mondar-mandir, jalan-jalan ngitarin ruang kelas, engga bisa diem pokoknya. Sampe-sampe di protes ama Sissy
“Eh, Nadine, bisa ngga duduk diem, pusing gue liat lo mondar-mandir”
“Suka-suka gue dong, gue yang mondar-mandir, kaki gue yang capek, kenapa jadi masalahnya ke elo sih?”
“Pusiingg!!”
Beberapa saat kemudian, Miss Melody datang membawa rapor-rapor kami. Yippie, sudah waktunya. Nadine yang sedari tadi mondar-mandir langsung melesat ketempat duduknya dan duduk manis disana.
“Eh, kok engga mondar-mandir lagi?”
“Gila lu, Miss Melody udah datang tau!!”
“Tadi bilangnya ‘suka-suka gue, gue yang mondar-mandir, kaki gue yang capek, kenapa jadi masalahnya ke elo sih?’ Pas Ms. Melody dateng aja, langsung duduk. Payah lo”
“Zzz.. -_-”
“Good morning students”
“Good morning Miss”
“Miss..” ucap Maureen seraya mengangkat tangannya
“Ya, Maureen. Ada apa?”
“Kok lama bener datengnya Miss. Ada yang ydah engga sabar tuh, dari tadi mondar-mandir kek cacing kepanasan”
Muka Nadine merah dibuatnya. Ia tau betul orang yang di sindir oleh Maureen itu tak lain adalah dirinya. Namun, ia tak bisa berkutik atau pun menyangkal seperti yang biasa Ia lakukan. Tentu ia tak ingin menanggung malu. Dan diam menjadi pilihannya.
“Maaf atas keterlambatan saya. Saat dikoreksi, ternyata banyak kesalahan dalam pengisian nilai di rapor kalian”
“No problem Miss. Yang pentingkan sudah selesai. Ayo Miss, bacain hasilnya”
“Iya, kami udah engga sabar nih”
Tentu saja begitu, hasilnya akan jadi penentuan, siapa yang berhak mendapat penghargaan atas kerja kerasnya. Sebuah pesta yang sudah di janjikan anak-anak tingkat 2.
Dan tentu mereka berharap, sangat berharap orang itu bukanlah gadis yang bernama ‘Nadine Anastasya’ Oh, akan menjadi mimpi buruk jika itu sampai jadi kenyataan.
Miss Melody mulai membagikan rapor-rapor kami. Dan setelah kami melihat hasilnya..
“Menurut hasil perhitungan. Peringkat pertama di raih oleh...” (jeng4x)

Ini menambah ketegangan anak-anak tingkat 2. Mereka sudah bener-bener ngga sabar. Kalo reader gimana? Penasaran juga?

To be continued..

Chapter 54 - LoLieST

NEW DESIGN OF STUDY ROOM PART 4

Matron membatalakan semuanya rencana dan design yang dibuat oleh Maureen Cs. Akhirnya malah jadi gini --"
“Temen-temen kita engga bisa gini terus. Aku rasa, kita harus lebih serius dan bekerja lebih keras dan mengurangi kebiasaan bersenang-senang. Matron sudah memperingati kita dan kurasa apa yang dia bilang itu benar. Kita terlalu santai, padahalkan ujian sudah di depan mata”
“Iya, yang dikatakan Audrey benar. Hanya tinggal menghitung hari saja, kita tak bisa begini terus jika ingin berhasil” sambung Cindy
“Ya, aku setuju dengan kalian, ujian adalah sesuatu yang serius. Mulai hari ini kita harus menyusun jadwal belajar baru, agar belajarnya lebih efisien” usul Nadine dengan penuh semangat
“Apa? Jadwal belajar baru? Tak bisakah jadwal belajar kita seperti biasa” protes Valencia
“Sabar Valen, mari kita dengarkan dulu saran dari Nadine. Silahkan Nadine”
“Ya, seperti yang sudah kukatakan, kita tak boleh buang-buang waktu. Pertama, bisakah kita mempersempit waktu makan kita menjadi 15 menit saja, kunyah makanan kalian dengan lebih cepat, agar masih tersisa waktu untuk belajar, lalu waktu istirahat, dan istirahat siang dapat digunakan untuk membaca beberapa buku pelajaran. Lalu sehabis makan malam, waktu yang biasa digunakan untuk nonton tv, dan browsing bisa kita ganti jadi waktu belajar juga. Tak ada lagi obrolan malam, Jam 10 semua sudah harus tidur agar besok dapat bangun jam 4. Nah, saat itupun kita masih bisa belajar. Otak akan lebih fresh belajar pagi-pagi, sebelum mulai belajar di kelas. Bukankah dengan begitu waktu kita tak terbuang percuma, lebih bisa di manfaatkan. Dan di jamin, kita akan siap menghadapi ujian tersebut. So, kemungkinan gagal dapat di minimalisir. Iya kan?”
“Kau gila!! Apa kau ingin membunuh kami?” sangkal ku
“Membunuh apanya? Rencana ini bagus dari pada waktu harus dibuang untuk pesta dan bersenang-senang seperti ini? Apa akan ada gunanya?”
“Ya tapi kan, engga harus gitu juga, rencanamu itu mengerikan, Nadine. Bukannya kami pintar, bisa-bisa malahan jadi stress dan jatuh sakit. Lagipula belajar terus menerus itu memuakkan, kau tau”
“Daripada mengikuti rencana kalian, mendekorasi ruangan dengan penuh balon. Jujur ya, ini sangat mengganggu. Mengganggu konsentrasi dan daya fikirku”
“Hmm, benar yang di katakan Nadine...”
“Apa? Kau benar-benar akan mengikuti semua rencana dan perubahan jadwal seperti yang dia katakan? Kau sama tak warasnya dengan dia, Audrey!!”
“Hey, hey ayolah. Biarkan aku menyelesaikan pembicaraanku. Ya aku memang setuju tetapi mungkin tak semua. Seperti yang kau katakan, Tasya kita bisa sakit, tentunya tak ada yang ingin itu terjadi, bukan. Untuk itu, kukira jam istirahat dan istirahat siang saja yang kita gunakan untuk belajar, dan sisanya biarlah berjalan seperti biasa”
“Hah? Bukankah itu terlalu sedikit, sedangkan masih banyak waktu yang masih dapat kita manfaatkan lebih”
“Ohh, Nadine. Kalau kau tak bisa begitu dong. Aku setuju dengan apa yang dikatakan Audrey, jika kau mau memanfaatkan waktu lebih silahkan saja. Silahkan kau belajar sendiri menurut jadwalmu, tapi kami akan mengikuti Audrey”
“Ya, otak kita bukanlah mesin yang dapat bekerja terus menerus, dia juga butuh istirahat. Kalau siangnya kita menambah waktu belajar, mungkin malamnya kita dapat menambah waktu untuk bermain. Jadi semua bisa berjalan seimbang, bukan begitu Audrey?”
“Ya..ya aku setuju dengan saranmu, Cindy. Bagaimana apakah ini sudah bisa menjadi kesepakatan kita?”
“Iya..kami setuju” ucap sekelas
Mau tak mau, Nadine terpaksa ikut menyetujuinya.
“Sial, kalau bukan sanggahan dari kau, pasti semua rencanaku terlaksana semua. Huh, dasar anak-anak bodoh, mau saja percaya dengan Tasya. Audrey dan Cindy juga, apa-apaan seenaknya mengurangi rencanaku. Menyebalkan. Tapi biarlah, kan mereka sendiri yang rugi” gumam Nadine
“Ok deh kalo begitu, pembicaraan selesai sampai sini. Kurasa sekarang kita bisa mulai membereskan semua ini”
“Apa itu artinya tak akan ada pinata ataupun award lain sebagai penghargaan kepada murid dengan nilai terbaik?” keluh Maureen
“Uhh, Maureen jangan sedih begitu. Aku minta maaf kalau gara-gara kami rencanamu, Valencia dan 3 Queen jadi seperti ini. Aku juga ingin berterima kasih atas usahamu. Kalau soal itu, sepertinya kita masih bisa menyusun rencana tentang pesta perayaan setelah ini, bukan begitu?”
Anak-anak tingkat 2 bersorak mendengar perkataan Cindy. Semangat mereka kembali lagi. mereka mulai membereskan semuanya dan mulai hari ini, mereka harus lebih giat belajar untuk menghadapi ujian tengah semester. Semangat!!

To be continued..

PS: Sorry ya, lama ga update. Males ngetik hehe.. Yg di buku udah Chp. 75 yg di ketik baru 57 :Dv